
BINTAN,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengajak masyarakat Kabupaten Bintan mulai menanam pohon sukun dan bambu betung di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).
Bukan hanya masyarakat, menanam pohon di DAS juga perlu digalakkan pemerintah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan berbasis lingkungan seperti Pertamina dan lainnya.
Wahyu menuturkan, berdasarkan kajian spasial, seluas 36.827 hektar atau 31,45 persen wilayah Bintan masuk kriteria kritis hingga sangat kritis.
Sebaran lahan kritis tersebut terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur di pulau tersebut.
Lahan kritis pun berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Bintan hingga defisit air baku 461 liter per detik.
Upaya untuk meningkatkan ketersediaan air khususnya pada musim kemarau pun perlu segera dilakukan.
Apalagi, hasil evaluasi klasifikasi oleh Balai Pengelolaan DAS Kepri menunjukkan seluruh DAS di Pulau Bintan harus dipulihkan, terutama 5 DAS yang bermuara ke Teluk Bintan DAS Ekang Anculai, DAS Bintan, DAS Kangboi, DAS Jago, DAS Gesek.
“Pemulihan 5 DAS penyangga Kabupaten Bintan tidak dapat ditawar lagi baik ada di Kawasan hutan maupun areal budidaya,” katanya, Rabu (8/2/2023).
Selain sukun dan bambu, dapat juga tanaman bernilai ekonomi tinggi lainnya seperti kemiri, jengkol, durian, alpukat, serta tanaman endemik pulau Bintan.
Pemilihan tanaman berkayu untuk konservasi tanah dan air yang bisa diambil manfaatnya oleh masyarakat, merupakan kombinasi terbaik dalam rangka konservasi dan peningkatan ekonomi masyakarat.
“Selain menjaga debit air, pohon ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar DAS,” ujarnya. (*)
Editor: Nuel






































