SDN 002 Tanjungpinang Barat ditutup Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang karena kekurangan siswa.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Bidang PSD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Elisa Purnamawati mengatakan, dua sekolah dasar (SD) ditutup karena kekurangan siswa.

Kedua sekolah tersebut adalah SD Negeri 002 Tanjungpinang Barat dan SD Negeri 015 Bukit Bestari.

Para siswa dan guru yang berada di dua sekolah itu juga sudah dipindahkan.

“Kita fasilitasi mereka mau pindah kemana, tapi memang sebagian itu pindahnya di sekolah yang memang terletak dekat rumah mereka,” katanya, Jum’at (10/2/2023).

Penutupan dua sekolah tersebut juga sudah disetujui Oleh Pemko Tanjungpinang melalui penerbitan SK Walikota Nomor 719 Tahun 2022 tentang penutupan sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yang telah ditandatangani pada 30 Desember 2022 lalu.

Elisa menjelaskan jumlah murid di kedua sekolah tersebut memang sangat sedikit sekali. Seperti SDN 015 Bukit Bestari yang hanya memiliki 52 orang siswa. Sehingga sekolah tersebut juga harus dilakukan penutupan.

“Mereka itu kelas 1 tidak dapat murid, dan kelas 5 itu juga kosong pada tahun tersebut,” tambah Elisa.

Menurutnya jumlah siswa di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Bukit Bestari memang jauh menurun jika dibandingkan dengan wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sehingga para guru di sekolah tersebut juga ada yang dilakukan pemindahan di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Memang kalau kita lihat usia anak sekolah itu lebih banyak di Kecamatan Tanjungpinang Timur dari pada disana, makanya jumlah muridnya itu menurun,” jelasnya.

Bangunan sekolah tersebut juga rencananya akan difungsikan sebagai gedung arsip Disdik Kota Tanjungpinang atau dijadikan sebagai gedung sanggar kegiatan belajar yang sebelumnya berada di Jalan Bali.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat juga mengatakan bahwa penutupan sekolah tersebut dalam rangka efisiensi. Karena jumlah murid yang terlalu sedikit maka akan terjadi pemborosan pada biaya operasional sekolah.

“Kita lakukan itu dalam rangka efisiensi, karena menurut saya operasional sekolah itukan cukup besar tapi jumlah muridnya sangat sedikit seharusnya bisa kita gunakan untuk pembangunan yang lain,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here