Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Sirajudin Nur saat menghadiri sosialisasi Sanitasi Sehat Berbasis Masyarakat yang ditaja Dinas Kesehatan Kepri di Kampung Suka Damai, Sei Beduk, Kota Batam, Selasa (14/2/2023).

BATAM,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Sirajudin Nur mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk menggalakkan sanitasi sehat berbasis masyarakat.

Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri sosialisasi Sanitasi Sehat Berbasis Masyarakat yang ditaja Dinas Kesehatan Kepri di Kampung Suka Damai, Sei Beduk, Kota Batam, Selasa (14/2/2023).

Sirajudin mengatakan, pemerintah perlu memastikan seluruh warga memiliki sanitasi yang memadai, sehat dan bersih.

“Peran pemerintah daerah kita harapkan bisa secara maksimal memberikan dukungan sarana dan layanan sanitasi yang memadai,” katanya, Selasa (14/2/2023).

Sirajudin menerangkan, sanitasi buruk dapat mempengaruhi kesehatan, kemampuan berpikir, dan lingkungan hidup masyarakat.

Ia pun mencontohkan isu stunting, pada tahun 2021, 17,6 persen anak di Kepri mengalami stunting atau tubuh kerdil berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.

Sanitasi yang buruk diyakini menjadi salah satu penyebab stunting, khususnya di kawasan pulau-pulau yang masih banyak ditemui jamban kurang layak.

“Di beberapa pulau masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehingga sumber air bersih tercemar dan menyebabkan anak diare yang ujung-ujungnya mengakibatkan Balita mengalami stunting,” tuturnya.

Ia menjelaskan, stunting tidak hanya memberikan dampak negatif terhadap generasi unggul, tapi juga perekonomian.

Catatan Bank Dunia, Indonesia mengalami kerugian sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2016.

Diketahui, pada tahun 2016 PDB Indonesia sebesar Rp12.400 triliun, dengan asumsi 3 persen diperkirakan kerugian akibat stunting mencapai Rp372 triliun.

“Selain kehilangan generasi muda yang unggul, kita juga kehilangan anggaran, yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program padat karya,” terangnya.

Lebih jauh, sanitasi yang buruk juga menyebabkan permasalahan lingkungan hidup. Berdasarkan data WHO tahun 2022, hampir 70 persen air minum rumah tangga di Indonesia tercemar tinja.

Ibaratnya lingkaran setan, pencemaran air minum menyebabkan penyebaran diare yang menjadi penyebab stunting dan kematian Balita.

“Bayangkan, 70 persen air kita tercemar tinja, berapa banyak Balita yang harus diselamatkan dari stunting,” jelas Sirajudin.

Dalam sosialisasi Sanitasi Sehat Berbasis Masyarakat di Kampung Suka Damai, banyak warga yang mengapresiasi kepedulian Sirajudin Nur.

Ada juga sebagian warga yang meminta agar Sirajudin mengadvokasi penyediaan sarana angkutan sampah yang layak, sarana Posyandu, dan jamban gratis.

Menanggapi itu, politisi PKB itu berjanji akan menyampaikan nya di rapat anggaran bersama OPD terkait untuk direalisasikan di tahun berikutnya.

“Kami menerima usulan masyarakat mengenai penyediaan sarana angkutan sampah, sarana posyandu, dan jamban gratis yang akan ditindaklanjuti dalam rapat anggaran berikutnya,” tambahnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here