
BINTAN,SIJORITODAY.com- – PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan SDM lokal disekitar daerah usahanya dalam menciptakan produk-produk berkualitas yang siap menembus pasar internasional.
Komitmen perusahaan yang mengelola kawasan wisata Lagoi ini seirama dengan upaya pemerintah yang terus berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan pengembangan pelaku UMKM di Kabupaten Bintan.
Kali ini, PT BRC melatih kelompok masyarakat di Desa Sebong Pereh dalam menyablon. Pelatihan yang dibuka, Jum’at (17/2) ini menyasar enam orang peserta yang berkomitmen mengikuti pelatihan menyablon dan siap menjadi ‘pemimpin’ kelompok masyarakat didesanya dalam membuka usaha sablon.
“Hari ini secara resmi kami membuka pelatihan menyablon sebagai bagian dari program Bintan Berkarya bagi kelompok masyarakat Pulau Bintan di Desa Sebong Pereh,” ujar GM Finance & Admin PT BRC, Hebron Habeahan.
Program Bintan Berkarya secara serius dirancang oleh PT BRC berkolaborasi dengan pemerintah setempat. Hebron menjelaskan, berbagai jenis pelatihan pembuatan produk kerajinan diberikan kepada kelompok masyarakat di sekitar kawasan wisata Lagoi agar mampu menciptakan produk berkualitas yang diminati turis lokal serta internasional.
“Tujuan program Bintan Berkarya tidak lain adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dari sektor pariwisata,” katanya.
Sejak 2022 lalu, PT BRC terus mempelopori beragam pelatihan keterampilan hastakarya, mulai dari menjahit, merajut termasuk teknik ecoprint untuk masyarakat disekitar kawasan wisata Lagoi.
Tak hanya melatih, PT BRC juga menciptakan wadah bagi para pengrajin yang sudah dilatih dalam memasarkan produknya yang dihasilkan seperti kaos, gantungan kunci, tas, boneka, dompet dan lain sebagainya.
“UMKM Mart kemudian dibentuk sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk-produk yang dihasilkan di berbagai kegiatan wisata di kawasan Bintan Resorts dan sudah di produksi sebelas produk unggulan,” terang Hebron.
Salah seorang peserta pelatihan menyablon, Wahyu Prayoga mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan menyablon yang digagas PT BRC Lagoi. Menurutnya, kesempatan ini bagus dalam usaha melahirkan enterpreneur di Kabupaten Bintan.
“Ini peluang yang bagus untuk mengembangkan keahlian dan bisnis serta memajukan desa saya di bidang ekonomi,” katanya.
Ditempat yang sama, Camat Teluk Sebong Sri Henny Utami mengungkapkan, agar program Bintan Berkarya yang dipelopori PT BRC bisa berkolaborasi dengan pemerintah desa agar cita-cita menumbuhkan ekonomi masyarakat desa disekitar kawasan wisata Lagoi bisa terwujud.
“Semoga dapat berkolaborasi melalui APBDes masing-masing desa, sehingga manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” harapnya.
Sekedar diketahui, Bintan Berkarya merupakan sebuah program pemberdayaan masyarakat Pulau Bintan yang sangat terpadu, dimana didalamnya terdapat program seleksi, pelatihan, pendampingan, quality control termasuk teknik pengemasan, sertifikasi hingga pemasaran produk melalui wadah UMKM Mart Pulau Bintan.
Pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bentuk tanggungjawab sosial yang dilakukan oleh PT BRC dibidang ekonomi kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah setempat dan pemangku kepentingan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu aspek pariwisata berkelanjutan yang berdampak pada komunitas lokal. (oxy)












































