Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau, Yusuf saat meninjau lokasi banjir di Kampung Air, Batam Kota, Kamis (16/2/2023).

BATAM,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau, Yusuf meninjau lokasi banjir di Kampung Air, Batam Kota, Kamis (16/2/2023).

Yusuf mengatakan, tidak hanya terjadi di Batam Kota, bencana banjir kerap terjadi di kawasan Sagulung dan Batu Aji yaitu Perumahan Mantang dan Puri Brata.

Ketua DPD PKS Batam itu menuturkan, untuk mengatasi banjir, Pemko Batam dan BP Batam harus memiliki master plan drainase.

Master plan akan menjadi acuan para developer dalam membangun sistem drainase.

Drainase yang dibangun harus menghubungkan drainase dari perumahan ke drainase sungai atau drainase yang lebih besar.

“Master plan tentang drainase itu bisa ditetapkan melalui Perwako sehingga, kalau ada developer yang akan membangun perumahan, akan mengacu kepada perwako tersebut,” katanya, Kamis (16/2/2023).

Sebelumya pada Senin (14/2/2023), banjir melanda Perumahan Duta Mas, Legenda Bali, Legenda Malaka dan kawasan sekitarnya.

Banjir disebabkan adanya penyempitan saluran air dari daerah Kampung Air melalui Perumahan Duta Mas.

“Penyebabnya karena saluran air yang berada di Simpang Jalan Kampung Air meluap karena derasnya debit air,” ujarnya.

Yusuf pun meminta Pemko Batam dan BP Batam membangun saluran drainase baru di Kampung Air untuk mengantisipasi potensi banjir.

Untuk mengantisipasi kejadian banjir di Kota Batam, Yusuf juga berjanji akan mengusulkan penanganannya ke Musrenbang tingkat Provinsi.

Ia berharap, penanganan banjir di Batam bisa dianggarkan di tahun 2024 mendatang.

“Saluran air baru memungkinkan air limpahan bisa langsung menuju ke daerah yang lebih rendah (Dam Duriangkang). Saat ini saluran air yang ada saat ini sangat kecil sementara dari arah depan (samping jalan Kampung air) saluran airnya diperbesar,” tutupnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here