Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (kanan) dan Anggota Komisi III DPRD Kepri, Yusuf (kiri). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi memerintahkan SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hulu-Hilir (ABH) segera menuntaskan persoalan air bersih yang dikeluhkan masyarakat.

“SPAM BP Batam dan PT ABH harus saling sinergi dan berkoordinasi dalam menyikapi polemik ini,” katanya, Senin (19/6/2023).

Tidak hanya masalah kebocoran pipa, orang nomor satu di Batam itu juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang berada di stres area.

Rudi berkomitmen agar kondisi tersebut tak berlarut hingga merugikan banyak pihak dengan membentuk tim khusus agar permasalahan air dapat terselesaikan dengan baik.

“Kalau perlu tim khusus, kita akan bentuk. Saya tidak mau masyarakat jadi korban,” ujarnya.

Direktur Operasional PT. ABH, Muji Aman menegaskan bahwa perbaikan terhadap pipa bocor masih terus berlangsung.

Pihaknya berkomitmen untuk memulihkan pasokan air kepada masyarakat seiring pengerjaan yang dilakukan.

“Kami sudah berjanji ke masyarakat, bulan September semua persolan kebocoran sudah selesai. Dalam dua bulan ini, kami juga akan berusaha untuk terus kerja keras menuntaskan permasalahannya. Tidak hanya masalah kebocoran, tapi juga pemenuhan air di daerah yang sulit dijangkau juga akan kami maksimalkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Yusuf berang karena ada Lansia di Tanjunguncang yang meninggal dunia saat menampung air bersih.

Yusuf mengaku miris, Batam yang pembangunan infrastrukturnya meningkat drastis, namun berbanding terbalik dengan warganya yang masih kesulitan mengakses air bersih.

Ia pun meminta agar Pemko dan BP Batam serius menangani distribusi air bersih, jika perlu menghentikan pembangunan jalan dan fokus memperbaiki pengelolaan air bersih.

“Saya selaku Anggota Komisi III DPRD Kepri meminta Pemko Batam dan BP Batam benar-benar serius dan memprioritaskan pengelolaan air bersih,” katanya, Kamis (15/6/2023).

Ketua DPD PKS Batam itu menegaskan, air bersih sudah menjadi kebutuhan warga yang harus dipastikan ketersediaannya.

Sulitnya akses air bersih akan menimbulkan konflik sosial, bahkan tidak sedikit pula yang sakit-sakitan hingga meninggal dunia seperti kasus di Tanjunguncang.

“Orang kalau nggak ada air terancam nyawanya apalagi harus begadang tiap malam bisa membuat orang darah tinggi, demam, meriang, dan asam lambung. Bahkan bisa menimbulkan konflik antar warga,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here