Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Bintan, Helianto (2 dari kiri) bersama Ketua dan anggota KPU Bintan diruang kerja Ketua KPU Bintan, kemarin. Foto Dokumentasi Sijoritoday.com/oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com- – Oknum Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Teluk Sasah mengundurkan diri setelah postingan komentarnya yang mendukung bakal calon Presiden Anies Rasyid Baswedan, viral di media sosial Facebook.

Hal ini diungkapkan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Bintan, Helianto via sambungan telpon, Kamis (6/7) siang.

KPU menurut dia, sudah melakukan pleno awal dan melakukan identifikasi awal dengan melakukan klarifikasi terhadap oknum PPS tersebut.

Menurutnya, anggota PPS Desa Teluk Sasah yang tidak netral sebagai penyelenggara pemilu itu mengakui perbuatannya dan langsung menyadari konsekuensi yang akan dihadapinya.

“Yang bersangkutan langsung kita klarifikasi Rabu (5/7) kemarin dan dengan sadar diri langsung mengundurkan diri,” ungkap Helianto.

Dari hasil klarifikasi, Helianto menjabarkan pengakuan oknum PPS tersebut. Kata dia, perbuatannya tersebut tidak dilakukannya secara langsung. “Pengakuannya istri dia yang main hapenya,” timpalnya.

Namun, Helianto menambahkan, oknum PPS tersebut berusaha untuk menjaga marwah lembaga penyelenggara pemilu dengan langsung mengajukan surat pengunduran dirinya.

“Jadi pas kita klarifikasi, yang bersangkutan langsung menyerahkan surat pengunduran dirinya,” kata Helianto.

Selanjutnya, KPU sambungnya, akan melakukan rapat pleno untuk menentukan langkah selanjutnya dengan menunjuk pergantian antar waktu (PAW).

Sebelumnya diberitakan, oknum PPS di Desa Teluk Sasah kini harus berurusan dengan jajaran pengawas ditingkat Kecamatan Seri Koala Lobam. Hal ini merupakan buntut dari komentarnya di media sosial (Medsos) Facebook yang mendukung bakal calon Presiden, Anies Rasyid Baswedan.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bintan, Febriadinata menyampaikan, kasus tersebut sudah ditangani jajarannya di Panwascam Seri Koala Lobam.

Bahkan, oknum PPS, 3 orang saksi serta seorang penemu postingan komentar di Facebook itu sudah dipanggil untuk diperiksa. “Semalam (Rabu-red) pihak-pihak terkait sudah dimintai klarifikasi terhadap postingan itu,” ungkap Febri, Kamis (6/7) pagi.

Ia menjelaskan, pada Selasa (4/7) dini hari kemarin, Panwascam Seri Koala Lobam mendapatkan informasi awal terkait netralitas penyelenggara pemilu di medsos. Kemudian, dari informasi awal itu, pengawas melakukan penelusuran dengan investigasi.

“Setelah dilakukan kajian awal, kemudian ditetapkan menjadi temuan dugaan pelanggaran pemilu oleh panwascam,” katanya.

Febri menambahkan, berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan Perbawaslu Nomor 7 tahun 2022 tentang penanganan laporan dan temuan pelanggaran pemilu, kasus ini harus selesai 14 hari kerja sejak ditetapkan menjadi temuan oleh pengawas. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here