Dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang, Indra Bastian Tahir usai dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, Rabu (27/10/2022). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang, Indra Bastian Tahir mengatakan, kenaikan harga beras bisa memicu inflasi.

“Kenaikan harga beras memang dapat menyebabkan inflasi walaupun kontribusi kenaikan beras hanya berkontribusi 0,04-0,08 persen untuk seluruh komoditas inflasi,” katanya, Kamis (14/9/2023) siang.

Indra menuturkan, untuk mencegah inflasi, pemerintah perlu melakukan intervensi dengan operasi pasar.

Operasi pasar juga harus disertai dengan pengawasan dan sanksi bagi distributor yang menaikkan harga dan menimbun beras.

“Pemerintah dapat menggelar operasi pasar bersama Bulog untuk menjaga supply chain beras agar harga tetap stabil dan untuk menindak para distributor dan retiler yang menaikkan harga beras,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Meizarani mengungkapkan penyebab melambungnya harga beras.

Meizarani mengatakan, kenaikan harga beras disebabkan menurunnya produksi beras dan mahalnya harga gabah.

“Karena produksinya menurun dan harga gabah di petani naik jadi Rp7.000 per kilogram,” katanya, Selasa (12/9/2023).

Selain itu, pasokan di dalam negeri juga berkurang imbas kebijakan penghentian ekspor oleh negara penghasil beras seperti India.

“Selain itu ada juga pelarangan ekspor dari beberapa negara lain seperti India,” ujarnya.

Meizarani membeberkan, saat ini Bulog Tanjungpinang memiliki 2.100 ton stok beras medium.

“Untuk di Tanjungpinang, stok beras medium ada 1.400 ton. Kalau di wilayah kerja kita ada 2.100 ton,” bebernya.

Ia menambahkan, Bulog memesan tambahan stok beras untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat sebanyak 1.000 ton.

“Kemungkinan minggu ini atau minggu depan sudah datang tambahan beras 1000 ton. Mudah-mudahan itu akan aman,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here