Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad diwakili Sekretaris DKP, La Ode Faisal menerima kunjungan Seven Clean Seas di di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (13/2/2024). F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau menerima kunjungan Seven Clean Seas di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (13/2/2024).

Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad mengatakan, kunjungan itu membahas program yang telah dijalankan Seven Clean Seas di Kepri sepanjang tahun 2023.

Diketahui, Seven Clean Seas telah melakukan pengabdian di Kabupaten Bintan dan Kota Batam serta berhasil membersihkan 1.785.742 kg sampah dari laut Kepri.

“Mereka datang ke DKP, menyampaikan apa yang telah mereka lakukan,” katanya.

Said menuturkan, Pemprov Kepri sangat mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan Seven Clean Seas.

Menurutnya, perairan Kepri memang sudah seharusnya dibersihkan dari sampah, khususnya plastik untuk mendukung kesehatan ekosistem laut dan menunjang aktivitas pariwisata.

Ia pun berharap semakin banyak stakeholder yang terlibat membersihkan perairan Kepri dari sampah, khususnya sampah plastik.

“Kita sepakat laut itu harus dibersihkan harus dijaga dan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kita menyambut baik kegiatan Seven Clean Seas. Harapan kita mereka terlibat banyak dan semakin banyak pihak lain yang terlibat membersihkan laut,” ucapnya.

Seven Clean Seas dalam giat bersih-bersih di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/istimewa

Sekedar informasi, Seven Clean Seas merupakan organisasi lingkungan yang digagas oleh pria asal Inggris, Tom Peacock Nazil.

Meskipun berkantor pusat di Singapura, organisasi ini juga turut memperhatikan kondisi sampah laut di Indonesia, khususnya Provinsi Kepri dengan wilayah kerja Kota Batam dan Kabupaten Bintan.

Seven Clean Seas menjadikan Batam dan Bintan sebagai pilot project, karena menurut KKP RI, kedua lokasi ini termasuk dalam Kawasan Konservasi Perairan (KKP).

Berkat kerja keras dan konsistensi, Seven Clean Seas telah berhasil mengeluarkan 1.785.742 kg sampah dari perut laut Kepri sepanjang tahun 2023.

Selain melakukan pengutipan secara manual, Seven Clean Seas juga memasang dua unit barrier di Sungai Bengkong, Kota Batam untuk mengantisipasi sampah hanyut ke laut.

“Dengan menargetkan area-area ini, Seven Clean Seas bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan terhadap ekosistem laut yang penting ini,” kata GM Seven Clean Seas of Indonesia, Siti Kusmiati, Kamis (15/2/2024).

Siti menuturkan, polusi laut di Batam dan Bintan berasal dari infrastruktur pengelolaan sampah yang tidak memadai, peningkatan penggunaan plastik, dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai dampak lingkungan dari polusi plastik.

Setahun di Batam dan Bintan, Seven Clean Seas menemui hambatan terbatasnya pengumpulan dan daur ulang sampah, perilaku dan persepsi masyarakat, serta tantangan dalam mekanisme pendanaan.

“Oleh karena itu, kami memobilisasi modal dari dunia usaha ke daerah yang paling membutuhkan infrastruktur pengelolaan sampah di pulau-pulau terpencil,” tuturnya.

Siti menaruh keyakinan, pengabdian Seven Clean Seas di Batam dan Bintan telah membuahkan hasil, selain berhasil mengeluarkan sampah plastik, juga mendapat respon positif dari masyarakat.

Seven Clean Seas pun merekomendasikan solusi yang melibatkan peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, mempromosikan kesadaran dan pendidikan publik tentang dampak dari polusi plastik, dan mendorong pengurangan penggunaan plastik.

“Seven Clean Seas percaya bahwa dengan upaya bersama, pengelolaan sampah yang tepat, dan keterlibatan masyarakat, sampah di perairan Kepri dapat dikurangi secara signifikan, bahkan dihilangkan sama sekali. Kuncinya adalah upaya berkelanjutan dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Siti menyampaikan, tahun ini, Seven Clean Seas akan fokus mengabdi di luar Asia Tenggara dengan menerapkan solusi holistik dalam pengelolaan sampah seperti pengumpulan sampah rumah tangga, menargetkan sampah dari sumbernya.

Seven Clean Seas akan selalu fokus pada wilayah-wilayah di mana membutuhkan pemulihan sampah plastik di lautan yang cukup signifikan dan dapat membuat dampak yang besar.

“Respon dari masyarakat sangat baik dan sangat bagus, terutama daerah pesisir yang menjadi target dari project Seven Clean Seas. Sebagai contoh di Batam yang dulu sangat tercemar sampah plastik, namun setelah kehadiran kami di lokasi tersebut sudah terdapat pasir putih kembali dan ikan-ikan sudah kembali bermain di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here