Wahyu Wahyudin, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/istimewa

BATAM,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengalami diskriminasi di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam pada Senin (21/10/2024) lalu.

Wahyu mengatakan, kondisi itu ia alami saat kembali dari Johor, Malaysia setelah melakukan medical check up di negeri jiran itu.

“Begitu turun dari kapal, saya disuruh baris. Kemudian, petugas membawa anjing pelacak untuk mengendus setiap penumpang. Yang anehnya, beberapa penumpang dari kapal lain langsung lewat begitu saja, tanpa diendus,” katanya, Selasa (22/10/2024).

Politisi PKS itu pun mempertanyakan mengapa beberapa penumpang diperlakukan berbeda.

Ia menduga ada diskriminasi, dan mempertanyakan apakah penumpang yang lolos dari pemeriksaan anjing pelacak merupakan keluarga pejabat atau orang kaya.

“Seharusnya, jika aturan ditegakkan, ya ditegakkan untuk semua. Kalau khawatir ada yang membawa barang aneh, untuk apa fungsi x-ray di dalam?,” ucapnya.

Wahyu juga mempertanyakan efektivitas x-ray di pelabuhan.

“Kalau x-ray kurang maksimal, tolong ganti, apalagi manajemen pelabuhan sekarang baru, jadi peralatan juga harus baru,” lanjutnya.

Wahyu berharap agar pihak pelabuhan menerapkan aturan secara adil dan tidak diskriminatif.

Ia juga menyarankan agar pihak pelabuhan meningkatkan kualitas pemeriksaan, baik dengan meningkatkan kinerja x-ray maupun dengan menggunakan anjing pelacak yang lebih terlatih.

Anggota DPRD Kepri dua periode itu mengaku khawatir, kondisi ini akan menyebabkan menurunnya minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kepri, khususnya Kota Batam.

“Saya setuju dengan pengawasan ketat sebelum pemeriksaan imigrasi, tapi tolong terapkan untuk semua. Diskriminasi hanya akan menurunkan minat wisatawan,” tutupnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here