BINTAN,SIJORITODAY.com – Anak perusahaan PT Japfa, PT Indojaya Agrinusa yang sedang berinvestasi besar-besaran di Kabupaten Bintan dengan menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk sektor peternakan ayam pedaging. Bukan merupakan pesaing bagi peternakan lokal yang lebih dulu memulai debut usahanya di Bintan.
Justru, PT Japfa Group menggandeng peternak lokal untuk bekerjasama. Kemitraan yang diklaim ‘kemitraan untung’ bagi masyarakat Bintan ini kini sudah ada 21 peternak aktif yan bekerjasama dengan PT Japfa Group.
Vice President Head and Feed Operations Sumatera, Anwar Tandiono menungkapkan, selain fokus membangun bisnis peternakan ayam terpadu di Bintan, PT Japfa Group juga ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat tempatan.
Salah satunya mengajak peternak lokal untuk membangun usaha peternakan ayam pedaging dengan bermitra. Pria yang akrab disapa Acai ini memberikan garansi untung bagi peternak lokal yang bekerjasama dengan PT Japfa Group.
“Ya masyarakat hanya menyiapkan kandang, pekerja dan prasarana lainnya. Bibit ayam, pakan, vaksin semua dari kita. Saya garansi tidak ada ruginya,” ungkap Acai usai buka bersama di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (4/3) kemarin.
Ia menambahkan, hasil produksi dari kemitraan juga sudah diatur perusahaan sehingga masyarakat tidak perlu lagi pusing menghadapi fluktuasi harga dipasaran. Dengan langkah ini, PT Japfa Group sejalan dengan taglinenya yakni berkembang menuju kesejahteraan bersama.
Bintan merupakan pililhan tepat untuk investasi ayam broiler, PT Japfa Group hingga saat ini sudah berinvestasi diatas Rp200 miliar. Mulai dari kandang pembesaran dibeberapa daerah seperti di Gunung Kijang serta Toapaya, adapula pembiakan bibit ayam yang ada di Gesek, Kecamatan Toapaya.
Sementara untuk penetasan bibit ayam, Acai mengatakan lokasinya yang pertama dibangun perusahaaan pada 2019 silam didaerah jalan Tembeling. “Kita akan maksimalkan pembangunan kandang sampai akhir tahun ini untuk kapasitas 1,2 juta ekor diluar kemitraan kita yang kita hitung bisa 300 ribuan ekor,” sebut Acai.
Saat ini, produksi ayam baru mencapai 300.000 ekor. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan pasat yang setiap waktu meningkat. Ia mengatakan, PT Japfa Group juga akan membangun tempat pemotongan ayam.
Dengan bisnis terpadu yang dibangun PT Japfa Group ini, bisa menjadi alternatif baru bagi masyarakat agar bisa mengkonsumsi daging ayam dengan harga yang lebih murah dari sekarang.
“Tapi kita butuh waktu, kalau terealisasi semua, total investasi kita bisa Rp600 miliar di Bintan dengan kebutuhan tenaga kerja lokal sekitar 500 orang lebih,” ungkap Acai. (oxy)









































