BINTAN,SIJORITODAY.com – – Ekspansi bisnis besar-besaran oleh perusahaan ternama di tanah air yang bergerak dibidang peternakan unggas di Provinsi Kepri, Japfa Group mulai dihadapkan dengan permasalahan serius yakni masalah transportasi penyebrangan kapal Roro Tanjunguban-Telaga Punggu Batam.
Hal ini dikarenakan, anak perusahaan Japfa Group, PT Indojaya Agrinusa berinvestasi full di Kabupaten Bintan dengan membangun banyak kandang ayam pedaging di Kecamatan Toapaya. Bahkan, target produksi perusahaan diperkirakan mencapai 1,2 juta ekor/bulan dimasa hadapan.
Target produksi yang begitu besar didorong dengan kebutuhan daging ayam yang sangat tinggi di Kepri terutama Kota Batam. Head of Operation PT Indojaya Agrinusa, Anwar Tandiono menjelaskan konsumen terbesar ada di Kota Batam. Namun, lokasi investasi yang menjanjikan ada di Kabupaten Bintan.
“Yang kendala masalah transportasi ini menjadi konsen kami dan ini sudah kami sampaikan kepada Pak Gubernur. Dan terus terang kami tidak bisa berharap 100 persen dengan pemerintah, kami dari perusahaan juga terus mencari solusi,” terang Anwar, belum lama ini.
Ia menerangkan, kendala transportasi yang belakangan menghambat bisnis perusahaan cukup memberikan dampak negatif secara materil. Sebab, beban ongkos pengiriman yang cukup tinggi menjadi tanggungan perusahaan.
“Itu perkilo kita tambah ongkos antara Rp2.000 s.d Rp2.500. Kalau ada masalah, tingkat kematian ayam dalam pengiriman sangat tinggi dan kalau dihitung kerugiannya lumayan,” katanya.
Ia berharap kepada pemerintah Provinsi Kepri untuk ikut membantu mencarikan solusi, perusahaan sambung Anwar terus mencari solusi selain berharap terealiasasinya pembangunan jembatan Batam-Bintan.
“Kami akan coba komunikasi dengan pihak kapal untuk kerjasama agar bisa melakukan pengiriman secara regular. Kami masih punya keyakinan yang tinggi untuk berinvestasi disini (Kepri-red),” sebutnya.
Untuk diketahui, PT Indojaya Agrinusa berencana invstasi di Kabupaten Bintan dengan total investasi Rp600 miliar lebih dengan target produksi daging ayam perbulan mencapai 1,2 juta ekor.
Selain itu, perusahaan tersebut menjalin kemitraan dengan 30 peternak lokal dan saat ini produksi ayam pedaging masih dikisaran 200 hingga 300 ribu ekor/bulan. Tak hanya itu, anak perusahaan Japfa Group itu juga sedang memproduksi telur dengan target produksi perhari mencari 360 ribu butir telur ayam. (oxy)










































