
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad memastikan Pemprov Kepri masih akan menganggarkan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan pada tahun mendatang.
Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan ini sudah menjadi program prioritas yang harus dipastikan keberlanjutannya.
“Kita akan melanjutkan program pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dan petani,” katanya saat melaunching pemberian fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Selasa (27/5/2025).
Gubernur Kepri dua periode itu menuturkan, pemberian fasilitas BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengungkapkan, Pemprov Kepri menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33 persen pada tahun 2026.
“Diharapkan pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 5,33 persen,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Sudrajat menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan bertujuan untuk melindungi dan mewujudkan kesejahteraan nelayan secara luas.
Pada tahun ini, Pemprov Kepri menganggarkan Rp6.310.886.400 untuk membiayai premi BPJS Ketenagakerjaan bagi 31.304 nelayan.
Ia berharap, kualitas pelaksanaan program strategis ini dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya.
“Serta kami juga mengharapkan agar proses klaim manfaat bagi nelayan dapat terselenggara secara cepat dan mudah, sehingga benar-benar dapat membantu nelayan secara optimal,” imbuhnya.
Penulis: Sunar






































