
BINTAN,SIJORITODAY.com – Para pedagang yang biasa menjajakan jualan daging beku di lapaknya di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kini memilih untuk tidak menjual komoditi tersebut.
Hal ini disebabkan, para pedagang harus membeli stok daging beku dari distributor dengan harga yang jauh lebih mahal. “Biasa kita beli Rp 95.000/Kg, hari ini saya tanya harganya sudah Rp 110.000/Kg,” ungkap Adrison, pedagang daging di Pasar Barek Motor Kijang, Selasa (15/7) siang.
Dengan kondisi harga tersebut, pedagang menjadi takut menjual daging beku kepada masyarakat. Adrison mengungkapkan, biasa dengan harga normal pedagang bisa menjual dengan harga Rp 110.000/Kg. Namun dengan kenaikan harga saat ini ditingkat distributor, para pedagang menjadi bingung.
“Mau kita jual berapa sama masyarakat. Maka hari ini kita tidak jual, karena modalnya besar,” ungkapnya.
Satgas pangan Bintan yang menanggapi kondisi ini melakukan sidak ke CV Rizqi Biokas Abadi yang merupakan distributor daging di Bintan. Dalam kunjungannya, Satgas Pangan Bintan mengecek penyimpanan daging beku di CV Rizqi Biokas Abadi yang beralamat di Jalan Nusantara Km 23 Kijang, Kecamatan Bintan Timur.
Dirut CV Rizqi Biokas Abadi, Beby Firda mengakui jika permintaan daging beku saat ini mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan harga daging beku yang mengalami kenaikan.
“Biasa misalnya sehari ini permintaan bisa mencapai 300 Kg, sekarang turun drastis. Karena harganya naik,” ungkap Beby.
Untuk stok daging beku saat ini, Beby mengutarakan jika masih mencukupi untuk memasok para pelanggan CV Rizqi Biokas Abadi. Ia menambahkan, stok daging bekunya sudah dilaporkan ke Satgas Pangan Bintan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Bintan, Setia Kurniawan menjelaskan bahwa harga daging beku di pasar Bintan hari ini mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu/Kg. Hal ini dikarenakan mahalnya harga dari baku ditingkat importir.
“Tanggal 13 dan14 kemarin, harga ditingkat pasar masih Rp 110.000/Kg, sekarang sudah Rp 120.000/Kg,” ungkap pria yang akrab disapa Iwan.
Ia menambahkan, untuk daging beku sendiri ada klasifikasi daging mulai dari nomor 1, 2 dan 3. Sebenarnya kata Iwan, masyarakat bisa mensiasati kenaikan harga daging dengan beralih dari klasifikasi daging nomor 2 ke daging beku nomor 3.
“Untuk harga daging beku yang klasifikasinya nomor 2 itu harganya Rp 110.000/Kg, jadi bisa beralih ke nomor 3 yang harganya masih Rp 80.000/Kg,” katanya.
Ia juga memastikan stok daging beku saat ini aman hingga dua pekan mendatang. Iwan menyebutkan ketersediaan daging beku di distributor mencapai 5,2 ton dan akan bertambah pada tanggal 20 hingga 21 Juli 2025 mendatang.
“Kemungkinan akan normal kembali (stok daging beku) pada bulan Agustus mendatang,” tutupnya. (oxy)








































