Rudy Chua, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Humas DPRD Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudy Chua menyambut baik kembalinya status bandara internasional pada Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Kendati demikian, ia ingin status internasional memberikan dampak positif terhadap perekonomian Tanjungpinang dari sektor pariwisata.

Tanjungpinang, tidak hanya sebagai tempat transit wisatawan yang hendak ke Bintan, tapi harus ada dampak ekonomi.

“Memang benar perlu ada penekanan dari pemerintah,” katanya melalui saluran seluler, Kamis (14/8/2025).

Rudy Chua mengungkapkan, status internasional pada Bandara RHF nyaris tidak membawa dampak ekonomi dari sektor pariwisata ke masyarakat.

Wisatawan yang datang nyaris 100 persen dari China menggunakan pesawat carteran dengan destinasi wisata di Kabupaten Bintan.

“Kalau kita bicara berdasarkan titik masuk melalui RHF yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, kita harus melihat asal kedatangan turis yang bisa dikatakan 100 persen berasal dari flight charteran dari Tiongkok yang mana merupakan group yang sudah dikondisikan oleh berbagai tour travel milik Tiongkok yang mana untuk membuka destinasi Bintan,” ungkapnya.

Para tour travel ini telah mempersiapkan destinasi wisata mana saja yang akan dikunjungi.

“Mereka sudah mempersiapkan dari menyewa keseluruhan hotel sampai membuka restoran dan toko souvenir sendiri, jadi bukan tamu atau wisatawan yang mau datang sendiri,” ujarnya.

Politisi Hanura itu membeberkan, Tanjungpinang masuk dalam agenda wisata yang disusun oleh para agen tour travel.

Namun, kunjungan ini tidak berdampak ekonomi karena para wisatawan diarahkan untuk berbelanja di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

“Dalam itenary kunjungan mereka selalu ada Tanjungpinang, tetapi sayangnya sistim belanja dalam toko mereka sendiri diterapkan sedemikian ketat oleh travel agent mengakibatkan hampir tidak ada manfaat yang didapatkan secara langsung oleh Tanjungpinang,” bebernya.

Rudy Chua juga mengungkapkan bahwa pernah ada satu momen wisatawan berbelanja bebas yang mengakibatkan pemandu tour mengalami skorsing.

“Ada satu kejadian dulu sebelum Covid saat Wisman Tiongkok ramai ke Tanjungpinang, saat rombongan dibawa mengunjungi Vihara Senggarang dan ada seorang Wisman yang haus dan membeli 1 biji kelapa di kedai seputaran kelenteng mengakibatkan pemandu yang bawa rombongan tersebut langsung kena skorsing tidak boleh bawa group lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar menegaskan bahwa kembalinya status internasional RHF merupakan momentum penting yang tidak boleh disia-siakan.

Pemprov Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat mempersiapkan operasional penerbangan internasional reguler.

“Kita ini kawasan pariwisata. Sebanyak-banyaknya bandara harus diinternasionalkan. Jangan sampai status ini kembali menjadi domestik. Dengan bandara internasional, wisatawan mancanegara bisa langsung mendarat di Tanjungpinang dan Bintan tanpa transit di Batam atau Singapura,” katanya, Rabu (13/8/2025).

Ansar mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri tengah mengupayakan kebijakan pembebasan visa untuk tiga negara prioritas: Tiongkok, Korea, dan India.

“Prospek tercepat itu Tiongkok, karena hubungan komunikasi kita dengan pemerintahnya baik. Kalau mereka bebas visa ke kita, seharusnya kita juga beri kebijakan serupa,” jelasnya.

Ia juga mendorong maskapai mempersiapkan rute baru, termasuk peluang penerbangan charter maupun reguler dari luar negeri, serta mempertimbangkan data permintaan wisatawan yang selama ini transit di Singapura atau Batam.

“Kita ingin penerbangan reguler internasional, bukan hanya charter. Semua fasilitas akan kita pelihara, promosi akan kita perkuat, dan event-event internasional akan kita gelar di Tanjungpinang. Batam sudah autopilot, sekarang Tanjungpinang dan Bintan harus kita kemas agar menjadi destinasi unggulan,” pungkasnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here