
KARIMUN,SIJORITODAY.com – PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera di bawah naungan Tridaya Group telah memberikan kontribusi terhadap masyarakat Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.
Komisaris Tridaya Group, Edy SP mengatakan, perusahaan yang bergerak di bidang penambangan pasir darat itu akan menyalurkan beasiswa sarjana bagi anak warga yang terdampak langsung di zona ring satu lokasi tambang.
“Komitmen kami, ada 10 beasiswa untuk S1 setiap tahun selama perusahaan berjalan,” katanya, Kamis (27/11/2025).
Selain beasiswa, Edy menyampaikan, program CSR juga akan menyasar untuk pemberian pengobatan gratis tehadap penyakit ISPA bagi warga zona 1 yang terdampak, serta pengecekan kesehatan berkala gratis.
Pemberian sembako dan juga santunan kepada para imam, marbot serta pengurus Masjid dan sosial lainnya.
Dikatakannya, untuk dampak kerusakan rumah warga akibat getaran truk pengangkut pasir darat ke jety, pihaknya akan bertanggung jawab sesuai prosedur dan mekanisme yang telah disosialisasikan kepada warga.
Selain masyarakat terdampak dilokasi tambang, para nelayan yang melakukan aktivitas di lokasi jety juga akan mendapat perhatian serius dari pihak manajemen.
“Beberapa kelompok nelayan pun telah menyatakan dukungan bakal berjalannya tambang pasir darat ini, terlebih kelompok nelayan yang berada di zona ring satu are tambang,” tuturnya.
Kehadiran PT Tridaya ini pun ditargetkan mampu meningkatkan PAD Karimun sebesar Rp30 miliar setiap tahun, serta 5 hingga Rp8 miliar untuk Provinsi Kepri.
Disampaikan Edy, PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera telah mengantongi ijin PKKPR wilayah tambang serta PKKPR sarana dan prasarana serta SIPB yang dikeluarkan Kementerian ESDM.
“Saat ini, pihak perusahaan juga sedang melakukan pengurusan izin dampak lingkungan atau Amdal,” ucapnya.
Edy menjelaskan, status lahan tambang yang dikelola adalah hak milik melalui akte jual beli lahan warga kepada PT Selaras yang dahulu telah melakukan penambangan pasir ditahun 1995 hingga 1998.
Hingga saat ini, kedua perusahaan telah sepakat untuk mengelola lahan tambang.
“PT Selaras murni membeli tanah dengan warga dan bukan disertifikatkan HGU atau HPL. Ini yang harus diluruskan agar tidak menjadi fitnah ditengah masyarakat,” pintanya.
Sementara, Ketua RT 03, Kelurahan Sawang, Rahim mendukung penuh kehadiran Tridaya Group.
Dikatakan Rahim, mayoritas warga di sekitar tambang yang berada di zona satu, bekerja serabutan, ada yang petani dan ada juga yang nelayan.
“Jika bermanfaat bagi warga dan bisa menyerap tenaga kerja lokal serta dapat memberikan konstribusi maka warga mendukung sepenuhnya,” imbuhnya.
Penulis: Sunar
Editor: Nuel










































