Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat meninjau produk UMKM unggulan di stand bazaar milik Dinas KUKM Kepri pada Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang. F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengapresiasi inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri saat menghadiri kegiatan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) yang digelar di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang.

Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi salah satu ajang promosi dan penguatan ekosistem UMKM serta ekonomi syariah di Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai program inovatif yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di sektor koperasi dan UMKM diperkenalkan, mulai dari digitalisasi UMKM, penguatan koperasi desa dan kelurahan, hingga inovasi pengolahan produk kuliner berbasis hasil laut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kepri, Riki Rionaldi mengatakan, apresiasi ini menjadi motivasi bagi daerah untuk terus memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.

Menurut Riki, berbagai program pengembangan UMKM yang dijalankan Pemprov Kepri saat ini telah diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Apresiasi dari Menteri Dalam Negeri ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendorong UMKM Kepri agar semakin berkembang, berinovasi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Riki, Minggu (07/03/2026).

Kepala Dinas KUKM Kepri, Riki Rionaldi mendampingi Mendagri Tito Karnavian saat meninjau produk UMKM unggulan pada Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang. F:Sijoritoday.com/istimewa

Ia menjelaskan bahwa kegiatan KURMA menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas tampilan visual produk mereka.

Melalui teknologi tersebut, pelaku usaha dapat menghasilkan foto produk yang lebih profesional dan menarik, sehingga dapat meningkatkan daya tarik produk ketika dipasarkan melalui media sosial maupun platform digital.

Menurut Riki, pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting agar pelaku UMKM mampu mengikuti perkembangan pola konsumsi masyarakat yang semakin berbasis digital.

“Dengan teknologi seperti AI, pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas promosi produk mereka. Ini sangat membantu dalam memperluas pasar, terutama di era pemasaran digital saat ini,” jelasnya.

Selain digitalisasi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga memperkenalkan inovasi factory sharing yang berlokasi di kawasan Tunas Baru Batam Centre.

Fasilitas tersebut memungkinkan pelaku UMKM memanfaatkan sarana produksi bersama untuk mengolah dan mengemas produk kuliner secara lebih modern.

Teknologi pengolahan dan pengemasan yang digunakan bahkan memungkinkan produk kuliner khas Kepulauan Riau memiliki masa simpan lebih lama, hingga lebih dari satu tahun.

Beberapa produk yang telah dikembangkan melalui fasilitas tersebut antara lain ikan asam pedas, gulai ikan kari, sambal bilis tanak, rendang jamur, dan ayam pecak.

Produk-produk tersebut juga telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga dapat dipasarkan secara lebih luas.

Riki menilai inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah produk UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Kepulauan Riau.

“Melalui inovasi ini, kita ingin memastikan produk UMKM Kepri memiliki kualitas yang baik, berstandar, dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Selain itu, dalam kegiatan KURMA juga diperkenalkan berbagai program penguatan koperasi, termasuk pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurut Riki, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah desa dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau.

“Koperasi harus terus diperkuat agar mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan inovasi, koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis sektor UMKM dan koperasi akan semakin berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Kami berharap UMKM Kepri dapat terus tumbuh, berinovasi, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program pembinaan dan penguatan ekosistem usaha,” imbuhnya. ***

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here