
KARIMUN,SIJORITODAY.com – Ketua Ikatan Wartawan Online Karimun, Rusdianto mengecam dan mengutuk keras perlakuan pegawai BPK Tuah Karimun inisial TW yang diduga mengancam seorang wartawan di salah satu kedai kopi Jalan Poros Karimun pada Jum’at (10/4/2026) malam.
Ancaman TW tersebut dilayangkannya bermula ketika salah seorang awak media ingin memuat berita tentang dugaan kasus upaya pemukulan yang ia lakukan terhadap rekan kerjanya inisial Y yang terjadi di ruangan Kantor BPR lalu.
Dikatakan Rusdi, perilaku arogan pegawai BPR Tuah Karimun inisial TW kepada seorang rekan jurnalis itu harus menjadi perhatian serius.
Melontarkan perkataan nada pengancaman akan melakukan hack media di Karimun dan juga mengajak
berantam sama wartawan dan itu disampaikan dengan nada yang kasar dan arogan saat dimintai klarifikasi kejadian dugaan kasus upaya pemukulan rekan sekerjanya sangat tidak pantas.
“Perlakuan ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kinerja wartawan, pelaku inisial TW harus diusut, apa maksud dan tujuan berkata seperti itu dihadapan rekan wartawan saat melakukan konfirmasi,” katanya, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Pegawai BPR Karimun Inisial TW Diduga Arogan Berujung Laporan Polisi
Rusdi menyampaikan, wartawan yang meminta konfirmasi sebelum menaikkan suatu berita sudah melakukan kewajibannya secara profesional ‘independen’, dan dilindungi dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Apapun jawaban yang diberikan narasumber bisa ditulis, meski narasumber hanya diam atau justru mengancam, kata kata tersebut bisa dikutip dan dimuat dalam berita,” tutur Rusdi.
Ketua IWO Karimun itupun berharap agar aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek Balai Karimun segera menyelesaikan dugaan kasus upaya pemukulan yang dilakukan TW terhadap rekan kerjanya inisial Y agar ada kekuatan hukum tetap dan memberi efek jera.
“Kepada pihak manajemen BPR Tuah Karimun juga harus segera evaluasi kinerja inisial TW, berikan sanksi teguran dan bila perlu di pecat agar tidak merusak nama baik perusahaan,” pinta Rusdi.
Penulis: Sunar
Editor: Nuel










































