
KARIMUN,SIJORITODAY.com – Ketua Persatuan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Kepulauan Riau, Hatik Hidayati Setiowati sangat menyayangkan sikap acuh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Ahmadi yang tidak merespon pesannya melalui WhatsApp.
Padahal pesan tersebut masuk dan telah dibaca Kadis LH.
Ia mengatakan, ia hanya ingin menyampaikan informasi terkait keberadaan pohon besar di simpang tiga jalan menuju SMKN 1 Karimun.
“Saya yang kebetulan juga akan mendirikan kantor media di sebelah pohon besar tersebut juga merasa khawatir dan berinisiatif ikut membantu mengeluarkan biaya agar pohon itu ditebang. Namun akhirnya pohon itu tumbang melintang di tengah jalan,” katanya, Selasa (5/5/2026).
Hidayati mengungkapkan
kekecewaannya terhadap Dinas LH Karimun yang kurang tanggap dan tidak gerak cepat ketika dibutuhkan masyarakat khususnya melalui organisasi PWDPI Kepri yang berkantor di Karimun.
“Bagaimana bisa Kepala Dinas yang digaji dari uang pajak rakyat, ketika dihubungi dan dikirim pesan tidak merespon sama sekali padahal rakyat sedang butuh pertolongan,” protes Hatik.
Hatik juga mengatakan bahwa dirinya mencoba meminta bantuan melalui Kadis LH agar dipinjamkan chainsaw untuk menebang, memotong, dan membersihkan pohon besar yang akan ditebang. Namun meski telah dihubungi dan dikirim pesan WhatsApp hingga sore hari Kadis LH tidak merespon sama sekali.
“Kinerja Kadis LH yang dinilai tidak respon atas keluhan warga tentunya ini bentuk pelayanan birokrasi yang kurang baik. Saya akan temui Kadis nya dalam waktu dekat dan akan saya sampaikan juga ke Bupati atau Wakil Karimun terkait OPD yang kurang sigap,” tutupnya.
Penulis: Sunar










































