Wahyu Wahyudin, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Humas DPRD Kepri

BATAM,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi kinerja Pemprov Kepri dan Kabupaten/Kota dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Diketahui, pada triwulan II tahun 2026, ekonomi Kepri bertumbuh 6,99 persen secara tahunan atau Y-onY.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi ini berbanding terbalik dengan kondisi rill di masyarakat.

Menurutnya, ia masih menerima banyak keluhan dari masyarakat soal sulitnya memenuhi kebutuhan hidup.

“Ini perlu didalami oleh pemerintah. Kenapa ekonomi tumbuh sangat apik tapi daya beli masyarakat menurun. Saya setiap kunjungan ke masyarakat selalu mendengar keluhan yang sama, bahkan lebih intens dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya, Jum’at (4/9/2026).

Wahyu pun mendorong pemerintah untuk gencar meningkatkan investasi di daerah untuk menyerap tenaga kerja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, investasi kita hampir Rp40 triliun di semester I 2026. Tapi kita berharap, investasi ini bisa menyerap pengangguran. Warga bercerita ke saya, mereka tidak bisa beli bahan pokok karena minimnya pemasukan dan kerja tidak menetap,” ucapnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Wahyu juga meminta pemerintah memastikan seluruh perusahaan di Kepri memberikan upah sesuai aturan.

“Jangan ada lagi yang upahnya dibawah UMK. UMK itu udah menjadi standar minimal bagi seorang pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup yang layak,” tegasnya.

Selain itu, politisi PKS itu mendorong pemerintah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, kelangkaan bahan pokok bisa mengerek harga secara instan, apalagi Kepri masih bergantung ke daerah lain dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Jaga stok bahan pokok. Kelangkaan bisa menaikkan harga dan menurunkan daya beli,” imbuhnya.

Penulis: Alex

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here