
BINTAN,SIJORITODAY.com – – Hari ini, proses pembelajaran tatap muka (PTM) perdana dimulai untuk sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Bintan. Para camat pun turun tangan mengawasi penerapan protokol kesehatan (protkes) di sekolah-sekolah.
Hal ini dilakukan para camat untuk mencegah munculnya kluster sekolah saat PTM mulai dilaksanakan.
Plt Camat Toapaya Nepy Purwanto menjelaskan hasil monitoring kesejumlah sekolah-sekolah di Kecamatan Toapaya terkait dengan penerapan protkes sudah cukup baik. Sekolah kata dia, juga membentuk satgas sekolah untuk membantu mengawasi penerapan protkes selama di sekolah.
“Ada satgas sekolah yang membantu, mereka dari guru dan murid yang piket. Mereka mengawasi penerapan protkes mulai dari masuk sekolah sampai pulang sekolah,” kata Nepy di SMAN 1 Toapaya, Senin (11/10).
Setiap kelas kata dia, menyiapkan thermogun dan hand sanitizer untuk sarana cuci tangan. Bagi siswa yang belum divaksin belum diperkenankan mengikuti PTM di sekolah.
“Ada beberapa (belum divaksin) karena penyakit bawaan dan belum dapat izin dari orang tua,” katanya.
Secara keseluruhan kata dia, sekolah sudah siap menyelenggarakan PTM. Ia berharap pengawasan protkes di sekolah selalu diperketat.
Ditempat terpisah, Plt Camat Bintan Pesisir Ami Rofian menjelaskan jika proses PTM perdana didaerah berlangsung dengan mengedepankan protkes. Para siswa kata dia, tetap mengenakan masker selama berada didalam area sekolah.
“Prokes berjalan dengan lancar, siswa yang hadir siswa yang telah di vaksin dan yang belum divaksin menjalankan secara daring,” terangnya.
Selain itu, untuk mencegah kerumunan siswa yang belajar di sekolah dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah siswa.
“Siswa dibagi dalam 2 kelas misalnya yang kelas 7A, 8A, dan 9A masuknya Senin, Rabu, Jumat dan kelas berikutnya 7B, 8B dan 9B masuknya Selasa, Kamis dan Sabtu,” sebutnya. (Btn)
Editor : Redaksi






































