
BINTAN,SIJORITODAY.com – – KM Pasifik yang dinahkodai Yasman bersama 7 ABK mengalami naas saat kapalnya dihantam angin barat di perairan Mapur Kecamatan Bintan Pesisir, Kamis (30/6) dini hari tadi.
Dari kejadian itu, salah seorang ABK bernama Rahmad belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih berusaha melakukan pencarian dengan menyisir perairan disekitar lokasi kejadian.
Peristiwa naas itu bermula ketika kapal jaring ikan tersebut berlayar dari Tanjung Balai. Yasman terpaksa melabuhkan jangkarnya di perairan Mapur karena kondisi cuaca buruk pada Senin (27/6).
Berapa hari lego jangkar, cuaca semakin memburuk. Angin barat datang dan menghantam kapal tersebut hingga terbalik. Akibat peristiwa itu, seluruh kru kapal berusaha menyelamatkan diri.
Namun naas, 7 orang ABK bersama nahkoda kapal bersama menyelamatkan diri dengan pertolongan kapal nelayan sekitar. Sementara, seorang ABK lainnya yakni Rahmad hilang.
“Tim sudah turun dan menyisir di sekitar lokasi kejadian untuk mencari ABK yang masih hilang,” ungkap Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Tanjungpinang, A Effendy Purba.
Ia menambahkan, akibat terjangan angin barat mengakibatkan air laut masuk ke kapal hingga kapal terbalik. kru kapal yang selamat kata dia, berenang ke kapal nelayan yang melintas di lokasi kejadian.
“Sementara korban yang masih belum ditemukan tidak muncul ke permukaan disaat rekan-rekannya berhasil menyelamatkan diri,” paparnya.
Kasatpolair Polres Bintan AKP Syamsurizal juga membenarkan peristiwa itu. Menurutnya saat Tim SAR gabungan masih berusaha mencari keberadaan ABK yang masih hilang.
“Pagi ini tim SAR dan personel Polairud masih melakukan pencarian disekitar lokasi,” ungkapnya. (oxy)






































