
BINTAN,SIJORITODAY.com – – Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan tak sependapat dengan kebijakan PT Bintan Inti Sukses (BIS) yang menaikkan tarif sewa lapak pedagang pasar.
Kebijakan itu menurut Roby tak sejalan dengan usaha pemerintah dalam membangkitkan sektor perekonomian masyarakat setelah pandemi Covid-19. Roby berkata jika dimasa saat ini, seharusnya kebijakan tersebut ditunda dulu.
“Kita ini kan baru mulai recovery jadi janganlah memberatkan pedagang-pedagang kita,” ungkap Roby.
Terkait hal itu, Roby juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan PT BIS selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bintan untuk membahas kembali kebijakan kenaikan tarif tersebut. “Janganlah kita naikkan (tarif), saya akan panggil PT BIS,” tegasnya.
Pemanggilan management PT BIS untuk membahas kebijakan menaikkan tarif sewa lapak pedagang pasar yang dikelola PT BIS. Sekali lagi, Roby menolak kebijakan kenaikan tarif sewa lapak pedagang pasar.
“Yang jelas kita akan meminta PT BIS tidak menaikkan tarif itu, biarlah masyarakat saat ini melakukan recovery,” imbuhnya.
Sementara itu, Komisaris PT BIS Hafizar mengatakan jika kenaikkan tarif sewa lapak pedagang pasar dinilainya masih lebih murah jika dibandingkan dengan tarif sewa di Pasar Tanjungpinang. Kenaikan tarif sewa menurutnya akan dipergunakan untuk merawat aset pasar agar tetap bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan pembeli.
“Kita tidak mau seperti di kota Tanjungpinang yang kejadian pasar roboh akibat tidak ada perawatan. Makanya kita menaikkan tarif ini untuk membenahi perawatan pasar kita agar nyaman buat pedagang dan pembeli,” ungkapnya.
Selain itu, ditetapkannya tarif baru ini juga akan menambah laba PT BIS untuk disumbangkan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Bintan. Hafizar mengatakan, dengan kenaikkan tarif ini PT BIS bisa menghasilkan laba bruto Rp 1 miliar untuk tahun ini. “Kalau untuk pasar saja, bisa dapat Rp 200 s.d 300 juta kita tahun ini dengan tarif baru,” sebutnya. (oxy)







































