Zostavia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Humas Kemenag Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Kepulauan Riau, Zostavia sepakat dengan penguatan sekolah berbasis keagamaan.

Itu ia sampaikan menyikapi Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin yang mendorong Kemenag membangun Ruang Kelas Baru (RKB) secara masif.

“Saya sepakat dengan pak Wahyu soal pembangunan RKB madrasah,” katanya melalui saluran seluler, Sabtu (17/5/2025).

Zostavia menjelaskan, pembangunan RKB dapat dilakukan dengan menyasar sekolah keagamaan di daerah yang padat penduduk.

Kendati demikian, Zostavia menyebut bahwa pembangunan RKB terkendala dengan minimnya anggaran.

“Kalau pembangunan RKB nya itu melalui pusat dan anggarannya terbatas,” sebutnya.

Ia pun mengajak Wahyu Wahyudin untuk memperjuangkan alokasi APBD untuk pengadaan RKB.

“Saya berharap pak Wahyu bisa mendorong ada bantuan dari APBD untuk meningkatkan sarana dan prasarana,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wahyu Wahyudin yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Kepri meminta Kemenag memperbanyak pembangunan RKB untuk Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah Hingga Madrasah Aliyah.

Wahyu mengatakan, pembangunan RKB baru ini dapat dipusatkan di kawasan yang padat penduduk.

Pembangunan RKB untuk mengurai lonjakan pendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang.

“Untuk mengantisipasi lonjakan PPDB jenjang SD ,SMP, SMA saya mendorong agar Kemenag Kepri membangun sekolah MI, MTS & MA di setiap Kecamatan,” katanya, Rabu (14/5/2025).

Selain yang padat penduduk, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri itu juga meminta Kemenag fokus memperbaiki fasilitas pendidikan di pulau-pulau terpencil.

“Saya ingin tidak ada lagi masyarakat di pulau tidak sekolah karena jauh dan kualitas sekolah yang kurang baik,” ujarnya.

Wahyu sendiri mengaku mendukung penuh pembangunan sekolah berbasis keagamaan di Kepri.

Menurutnya, dengan pembangunan sekolah berbasis keagamaan menjadi salah satu upaya menciptakan generasi muda berpendidikan dan berakhlak mulia.

“Kemenag juga bertanggung jawab akan masa depan ahlak/karakter SDM pemuda pemudi menuju Indonesia 2045,” ucapnya.

Tak lupa, Wahyu juga mengingatkan agar Kemenag bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kepri dan Kabupaten/Kota saat hendak membangun sekolah baru.

“Saya harap pembangunan sekolah berbasis keagamaan baik negeri dan swasta selaras dengan program pemerataan pendidikan yang dicanangkan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here