
INHU,SIJORITODAY.com – Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar memimpin langsung penanaman 21.000 batang pohon di Tepian Sungai Indragiri, Jum’at (21/11/2025).
Ia mengatakan, kegiatan ini bersempena dengan Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 November.
tak hanya diperingati dengan seremonial, melainkan diwujudkan dalam janji nyata menanam kehidupan.
“Kegiatan ini adalah investasi besar untuk udara, air, dan kehidupan generasi mendatang,” katanya saat memimpin apel.
Fokus utama gerakan ini adalah membangkitkan kembali kawasan bantaran Sungai Indragiri.
Sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Inhu, kini mendapat pelukan perlindungan baru.
Penanaman ini bukan sekadar upaya menghijaukan, melainkan benteng ekologis alami, pencegah erosi, sekaligus filter udara dan air masa depan.
Dalam amanatnya yang penuh makna, Kapolres Inhu menyinggung tantangan perubahan iklim.
Ia menegaskan urgensi menjaga keseimbangan alam di tengah cuaca yang tak menentu.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan seluruh elemen dalam mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun ini.
Keberhasilan itu menjadi modal spiritual, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah kultur yang harus diwariskan.
Dengan sekop di tangan dan tanah yang siap menyambut, setiap peserta, dari pejabat hingga siswa sekolah, menunaikan komitmennya.
Tangan-tangan mungil pelajar berkolaborasi dengan tangan kokoh aparat, menanam benih harapan yang sama.
Momen penanaman pohon di tepian Sungai Indragiri itu menjadi puncak dari acara. Bukan hanya menanam, sesi foto bersama yang penuh kehangatan merekam sejarah komitmen kolektif ini.
Raut wajah lelah bercampur puas terpancar jelas, menunjukkan kepuasan atas kontribusi nyata terhadap bumi.
Rangkaian kegiatan berakhir dengan aman dan kondusif, meninggalkan jejak yang jauh lebih dalam dari sekadar berita hari ini. Aksi Polres Inhu ini telah menorehkan monumen hidup: sebuah janji kepada waktu.
“Apa yang kita tanam hari ini semoga memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya bagi kita, tetapi untuk anak cucu kita kelak. Di bawah pengawasan aparat dan partisipasi masyarakat, 21.000 pohon itu kini mulai berakar, menjadi simbol nyata sinergi Inhu dalam menjamin warisan udara dan air yang lestari,” pungkas Fahrian.
Penulis: Superleni
Editor: Nuel








































