Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Ririn Warsiti bersama mahasiswa. F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Ririn Warsiti mengapresiasi Pemprov Kepri yang memberikan beasiswa kepada 1.212 mahasiswa.

Kendati demikian, ia menyoroti skema beasiswa yang direalisasikan Pemprov Kepri.

Ia menyebut, program tersebut lebih tepat disebut sebagai bantuan pendidikan, bukan beasiswa dalam pengertian yang utuh.

“Mengapa demikian? Karena bantuan yang diberikan bersifat stimulan, tidak berkelanjutan, dan hanya diberikan satu kali dalam satu tahun, serta sangat bergantung pada ketersediaan anggaran daerah. Bahkan dalam praktiknya, penerima yang sudah pernah mendapatkan tidak bisa menerima kembali di tahun berikutnya,” katanya, Rabu (8/4/2026).

Sementara itu ulas Ririn, dalam definisi umum, beasiswa seharusnya memiliki karakter pembinaan yang berkelanjutan, diberikan secara periodik, dan menjadi bagian dari investasi jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Artinya, yang saat ini berjalan di Kepri masih berada pada level bantuan meringankan biaya, belum sampai pada tahap strategi membangun generasi unggul secara sistematis.

“Kami melihat bahwa skema ini sudah mulai mengarah pada keadilan sosial, terutama penerima didominasi kelompok tidak mampu yang mencapai 632 orang. Ini langkah yang baik. Namun, pendekatan bantuan satu kali ini belum cukup untuk menjawab persoalan mendasar mahasiswa, seperti keberlanjutan biaya kuliah hingga lulus,” ulasnya.

Ririn menegaskan, program ini harus diperbaiki agar sesuai dengan makna beasiswa yang sesungguhnya.

“Jika tidak dilakukan perbaikan, maka program ini berisiko hanya menjadi bantuan sesaat yang dampaknya terbatas, bukan investasi masa depan bagi daerah,” tegasnya.

Politisi Gerindra itu menyampaikan, Komisi IV akan mendorong reformulasi kebijakan dari sekadar bantuan pendidikan menjadi beasiswa berkelanjutan.

Dewan juga mengusulkan pemetaan penerima prioritas agar mahasiswa tidak mampu bisa didampingi sampai selesai studi.

“Kita menginginkan integrasi dengan kebutuhan daerah, sehingga penerima beasiswa diarahkan pada bidang strategis pembangunan Kepri. Skema afirmatif jangka panjang, bukan sekadar distribusi anggaran tahunan,” tuturnya.

Ririn menambahkan, beasiswa merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing daerah.

Ia pun berharap, di tahun yang akan datang, beasiswa Pemprov Kepri ini sudah menjadi beasiswa yang sesungguhnya.

“Kita tentu ingin pendidikan di Kepulauan Riau tidak hanya sekadar terbantu, tetapi benar-benar terangkat dan berdaya saing,” harapnya.

Penulis: Evan
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here