BATAM , SIJORI TODAY, com- – Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) Republik Indoensia, Kurnia Sya’ranie mengatakan, bahwa ditahun 2016 ini KPPU akan fokus penegakan hukum terhadap kartel dalam persaingan usaha daging sapi dan ayam yang merugikan masyarakat Indonesia.

“Kami ditahun ini fokus dalam penegakan hukum terhadap kartel daging yang merugikan rakyat Indonesia,” Kata Kurnia di kantor KPPU Batam lantai VI Graha Pena Batam Centre. Kamis(14/01).

Ia mengatakan, sudah puluhan perusahaan milik pengusaha daging sapi saat ini sudah kami proses secara hukum karena melakukan monopoli dipasarkan sehingga daging tersebut langka di jawa dan luar pulau jawa.

Keseriusan pembahasan kartel ini, lanjut Dia, dibuktikan dengan beberapa kali presiden Jokowi mengundang secara khusus untuk membahas dugaan kartel daging sapi di Jabodetabek, begitu juga wakil presiden Yusuf Kalla membahas kelangkaan daging, beras, kartel ban, dan memfasilitasi KPPU melakukan MoU dengan Kamar Dagang dan Industri.” Kata Dia.

Kata Dia, dalam penegakan hukum terhadap kartel yang telah merugikan rakya Indonesia, kami memang tidak terlihat langsung menyelamatkan uang negara secara tunai, namun walaupun tidak terlihat secara kasat mata oleh rakyat bahwa kami telah menyelamatkan uang rakyat triliunan yang seharusnya dinikmati rakyat.

Selain itu, imbuhnya,beras juga menjadi fokus kami agar harga dipasar stabil karena kartel juga bermain disitu padahal beras kita surplus.

Begitu juga dengan daging ayam, kedelai, jagung yang dikuasai tiga pengusaha besar, dimana jagung dijadikan pangan ternak sehingga sulit ditemui dipasarkan. Terus cabe dan itu semua selalu akan terus kami monitoring mulai dari pusat sampai ke daerah,” Ujarnya.

Ia menambahkan, KPPU telah menghukum 6 perusahaan masing-masing PT Briggestone. Tiry Indonesia, PT Sumi Rubber Indonesia, PT Gajah Tungg TBK, PT Goodyear Indonesia, PT Elang Perdana Tyre Industry dan PT Industry Karet Deli,” Tutupnya.(par).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here