Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia pada akhir November 2016 akan menerapkan Sistem Layanan Satu Pintu di Batam, Kepulauan Riau. Foto : pet

BATAM, SIJORI TODAY, com  Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia pada akhir November 2016 akan menerapkan Sistem Layanan Satu Pintu di Batam, Kepulauan Riau.

Program pelayanan sistem terpadu bagi TKI yang akan bekerja di luar negeri ini nantinya juga menerapkan sistem Program Poros Sentra Pelatihan dan Pemberdayaan Daerah Perbatasan di Batam. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah TKI non prosedural yang sangat tinggi di Batam.

Program ini diungkapkan Staff Khusus BNP2TKI Dedy Noor Cahyanto di kantor P4TKI Greenland Batam Centre. Ia mengatakan bahwa program ini rencananya rampung dan mulai diterapkan pada November 2016 dan merupakan projek pilot bersama Nunukan dan Etikong untuk membantu penyelesaian permasalahan TKI non prosedural.

“Ada tiga daerah penerapan projek pilot sistem pelayanan TKI secara satu atap dan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk mengatasi TKI non prosedural,” Kata Dedy di kantor P4TKI Greenland, Batam Centre. Sabtu(27/02) kemarin.

Ia mengatakan, untuk mempercepat program sesuai rencana, dirinya telah bertemu Pemrov Kepri, Pemko Batam dan KPK pada hari jumat lalu di Batam, guna memaparkan program pemerintah pusat agar dapat didukung penuh serta komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program.

“Untuk daerah Nunukan saat ini sudah launching bagi penanganan TKI satu atap,” Kata Dia.

Program pelayanan satu atap merupakan terobosan terbaru dari BNP2TKI untuk memberikan pelayanan bagi TKI/calon di daerah perbatasan, dimana di daerah sering terjadi pengiriman TKI secara non prosedural, mafia, percaloan, kesulitan pengurusan dokumen serta penanggulangan TKI deportasi.

“Program one stop sistem ini ada, Imigrasi, disdukcapil dan stokholder lainnya,” Ujarnya.

Ia menambahkan, poros sentra pelatihan dan pemberdayaan daerah Perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara telah diresmikan Menko Pembagunan Manusia dan Kebudayaan(PMK) Puan Maharani 16 februari 2016 lalu,” Tutupnya.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here