Dwi Ria Latifa Anggota DPR RI memberikan sejumlah bantuan bagi warga korban bencana di Batumerah, Minggu (28/2) Foto : pet

BATAM, SIJORI TODAY, com – – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI Dwi Ria Latifa mengunjungi korban bencana gelombang pasang yang terjadi sebulan lalu di Batumerah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Selain melakukan dengar pendapat dengan warga serta melihat langsung dampak dari bencana yang terjadi di Batumerah. Kunjungan  anggota DPR RI asal Kepri ini juga  sekaligus untuk memberikan sejumlah bantuan berupa sembako serta uang tunai bagi warga yang  rumahnya hancur dalam bencana yang terjadi.

“Walaupun agak terlambat kami berkunjung kesini bertemu masyarakat, kami berharap warga yang terkena musibah kembali bangkit serta bergotong royong membagun rumah yang rusak agar bisa kembali ditempati,” Kata Latifa di posko penampungan sementara di Batumerah. Minggu(28/02).

Ia mengatakan, dengan adanya bencana ini kami berharap juga ada perhatian pemerintah daerah agar warga yang menjadi korban dapat kembali membangun rumah mereka serta beraktivitas seperti semula.

Untuk itu, Lanjut Dia, pemerintah Batam perlu segera mengambil tindakan agar mereka bisa mendapatkan rumah layak huni dan harapan kami dengan terpilihnya walikota baru dapat mencanangkan program jangka panjang dengan membagun Rusun bagi warga,” Ujarnya.

Kata Dia, dilihat dari sejarah Batumerah juga termasuk dalam peta 33 kampung tua, namun berdasarkan informasi warga sampai saat ini belum juga jelas status hukumnya, bahkan sebagian lahan sudah dialokasikan untuk industri.

Sehingga kedepannya, kami berharap adanya pembenahan status kejelasan lahan disini dan jangan sampai warga yang menjadi korban akibat dualisme BP batam dan Pemko Batam,” Kata Dia.

Sementara itu, Ketua LPM Batumerah Ahmad Dasuki berharap wakil rakyat asal Kepri tersebut dapat membantu menyelesaikan permasalahan status lahan kampung tua Batumerah yang sampai saat ini belum ada kejelasan, akibat dualisme BP Batam dan Pemko Batam.

Batumerah dahulu masuk lahan kampung tua, namun kenyataan oleh BP Batam sebagian lahan sudah dialokasikan untuk Investor yang akan dibangun industri, sehingga kami warga disini terancam akan digusur.

“Kami berharap ibu Latifa membantu kami dalam status hukum lahan disini bersama legislator asal Kepri lainnya,” ujar Ahmad Dasuki.

Sementara itu, data dari LPM Batumerah sebanyak 16 unit rumah milik warga yang mengalami kerusakan sudah diperbaiki kembali secara gotong royong dengan mengunakan dana bantuan sebesar Rp. 65 juta.  Sedangkan 4 unit rumah warga yang hilang diterjang ombak saat bencana, kini masih dalam tahap pengerjaan.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here