Rig pengeboran laut dalam. Foto : katadata

JAKARTA, SIJORITODAY.com – -Pemerintah akan melelang beberapa blok minyak dan gas bumi (migas) yang ada di kawasan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Proses lelang ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengembangan kawasan Natuna, yang merupakan daerah perbatasan dengan negara lain.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja mengatakan, lelang blok migas ini dilakukan dalam beberapa tahap.

Pada tahun ini emerintah akan melelang Blok Bukit Barat dengan potensi minyak mencapai 122 juta barel  dan gas sebesar 640 miliar kaki kubik (BSCF).

Pemerintah juga menawarkan Blok Emas Putih yang masih dikaji potensinya sedangkan Blok Dorang memiliki potensi 225 MMSTB. Untuk tahun depan pemerintah akan melelang Blok Durian dan South Tuna, kedua Blok tersebut masih dalam proses studi bersama.

Berbagai kemudahan akan diberikan pemerintah Indoenesia antara lain, persyaratan fiskal dan penambahan waktu untuk eksplorasi dengan tujuan agar blok yang akan dilelang ekonomis dan menarik investor.

Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo mentargetkan pada tahun 2017 nanti sudah ada penandatanganan kontrak bagi hasil Blok East Natuna.
Saat ini konsorsium blok tersebut, yakni Pertamina, ExxonMobil dan PTT Thailand sedang mengkaji aspek teknologi dan pemasarannya.

Pertamina semula menargetkan penyelesaian kajian itu selama dua tahun. Tapi Wiratmaja menargetkan proses kajian hanya 1,5 tahun dari sekarang.

“Sehingga akhir 2017 kami bisa tetapkan kontrak bagi hasil yang baru di East Natuna,” kata dia di sela-sela konferensi pers kinerja semester I-2016 sektor migas di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/7).

Wiratmaja mengatakan, semua langkah ini diambil sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pengembangan kawasan Natuna. Bahkan, pemerintah akan menyiapkan regulasi untuk mewujudkan arahan tersebut.

Tapi pemerintah belum menentukan aturan regulasi untuk pengembangan kawasan Natuna. Karena di kawasan tersebut ada potensi migas, perikanan dan juga pariwisata.

“Kalau satu kawasan sedang dikoordinasikan di Menteri Koordinator Perekonomian dalam bentuk peraturan presiden,” kata dia.

Berdasarkan data  terbaru Kementerian ESDM, saat ini ada tujuh blok eksplorasi di Natuna. Yakni Blok Tuna, Duyung, Sokang, South Sokang, Gurita, East Sokang dan North Sokang. Selain itu ada tiga blok yang berhenti melakukan eksplorasi, antara lain Blok Baronang, Cakalang, dan Pari.

Penyebabnya adalah masa eksplorasi Blok Baronang dan Blok Cakalang habis tahun ini. Sementara masa eksplorasi Blok Pari berakhir tahun depan.

Selain blok eksplorasi,  di kawasan Natuna juga terdapat enam blok migas berstatus eksploitasi atau blok produksi. Di antaranya Blok South Natuna Sea Blok B, Blok Natuna Sea Blok ‘A’, Blok Kakap, Blok Udang, Blok Sembilang, dan Blok Northwest Natuna.

 

Sumber : katadata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here