LINGGA, SIJORITODAY.com- –¬†Akibat belum banyaknya sentuhan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, membuat sejumlah Desa Baru terutama wilayah pesisir Lingga masih alami kendala dalam sarana dan prasana pendukung.

Salah satunya, yakni Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara. Akibat bak penampungan air masih sangat kecil, sebabkan penyaluran air ke Tanjung Bungsu, Desa Resun Pesisir masih terbatas.

Pantauan di lapangan, Dam air di Dusun I Tanjung Bungsu, Desa Resun Pesisir itu tak sesuai dengan penduduk dusun tersebut yang begitu banyak. Dengan demikian, tentu saja air yang dialiri dari bak tersebut hanya bisa disalurkan ke tempat yang telah dibuat warga di depan rumah.

Selain itu, sumber air pun, tidak begitu besar. Hal ini tentu saja perlu ditemukan solusi baru bagi pemerintah desa maupun pemerintah daerah melalui dinas terkait.

“Kami kalau mau mandi, ya harus ke tempat yang sudah ada dibuat itu. Soalnya, air tidak bisa naik ke rumah,” ungkap Saim (50) salah seorang warga Tanjung Bungsu kepada SIJORITODAY.com, Minggu (28/08).

Dikatakannya, selain memanfaatkan bak mandi yang telah disediakan di sejumlah tempat di depan rumah warga tersebut, tak sedikit warga yang juga memiliki sumur untuk mencuci pakaian, memasak, maupun untuk mandi.

“Kalau masalah listrik alhamdulillah sudah agak mendingan. Soalnya kami kan listrik sudah menyala setiap hari,” terangnya.

Walaupun demikian, bagi masyarakat yang belum mampu untuk memasang aliran listrik tersebut, terpaksa harus menumpang arus listrik ke rumah warga.

Tak hanya itu, permasalah yang dialami desa pemekaran dari Desa Resun ini sangat lah banyak. Seperti halnya, jalan darat menuju Tanjung Bungsu yang alami longsor yang semakin mengancam, tak ada perhatian dikarenakan devisit.

Selain itu, di dusun lainnya juga mengalami hal yang sama. Akibat peningkatan infrastruktur yang masih belum merata, membuat masyarakat kepulauan tersebut merasa ter asingkan.
Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here