LINGGA, SIJORITODAY.com- – Adanya kenaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yang semula seharga Rp12 ribu per botol aqua dengan takaran 1,5 liter, kini telah naik menjadi Rp13 Ribu perbotol air aqua, membuat sebagian masyarakat resah.

Ditambah lagi, kenaikan BBM tersebut hanya dilakukan disejumlah kios pengencer BBM di Daik Lingga. Sejumlah kios lainnya bahkan ada yang masih bertahan dengan harga Rp12 ribu per botol, dan ada yang menaikkan harga. Padahal, saat ini harga minyak tidak ada kenaikan baik dari pusat maupun daerah.

Salah satu konsumen ketika membeli premium di pengecer Daik Lingga, Bayu (24) mengatakan, biasanya mereka membeli premium satu botol Rp12 Ribu, akan tetapi sekarang naik Rp13 Ribu. Menjadi persoalan apakah sudah ada kenaikan atau hanya sepihak saja.

“Sekarang ini harga bensin sudah naik harganya, apakah dari atas juga sudah naik,” ungkapnya sambil kebingungan, Senin (29/08).

Kata Bayu, sebelumnya harga premiun dalam satu drum Rp1.390.000, sekarang ada penambahan biaya Rp50 Ribu, sehingga adanya kenaikkan di pengecer. Menjadi persoalan sekarang ini, apakah sudah ada perintah mengenai kenaikkan BBM tersebut menjadi sebuah tanda tanya.

” Melihat dari kejadian itu sepertinya adanya indikasi permainan antara distributor dangan pemda, harusnya bagian ekonomi harus jeli dalam masalah ini,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Ekenomi Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Bupati Lingga, Abang Safril menuturkan, masalah kenaikkan harga premium sampai hari ini masih berpatokkan harga yang lama, dari pemda sendiri belum ada perintah untuk kenaikkan tersebut.

“Sampai hari ini, kenaikkan premium belum ada perubahan tetap berpatokan harga yang lama. Jadi tidak ada perintah untuk menaikkan harga, ini kita pantau nantinya,” ungkapnya.

Abang Safril juga menjelaskan, berdasarkan harga yang lama, pemda menyesuaikan dengan harga Rp7.400 perliter, kalau pengecer menaikkan harga sedikit lebih tinggi, menurutnya itu merupakan hal yang wajar. Meningat biaya transfortasi atau upah angkut ke pengencer.

“Dulu harga dipatokkan Rp12 Ribu dalam takaran 1,5 liter, hal ini sesuai dengan kesepakatan, sebelum saya menduduki Kabag Ekbang. Kalau masalah kenaikkan, sejak saya menjabad belum ada kata kenaikkan harga,” terangnya.

Bahkan, ada sejumlah kios yang tidak melakukan kenaikan harga, yakni tetap Rp12 ribu per botol, akan tetapi takarannya diturunkan dari biasanya.

Dengan demikian, terlihat para pengencer tak menggubris aturan yang memang sudah ditetapkan pemerintah. Sebagian pengencer telah melakukan penaikan harga secara sepihak, sehingga membuat masyarakat Lingga merasa resah.
Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here