TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Dikawal 70 personil Kepolisian dari Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang berpakaian lengkap, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Kepri (Gravis) melakukan aksi tutup mulut di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepuluan Riau (Kepri), Rabu (21/9).

Berdasarkan pantauan, Aksi tutup mulut yang dilakukan beberapa mahasiswa dengan membawa selembaran karton yang bertulis Hukum Tanpa Tebang Pilih. dalam selembaran karton juga bertulisan Adili Mapia Penyeludupan.

“Periksa Jaksa Penuntut Umum (JPU)Kejati,” tulis lagi dalam selembaran yang di bawa mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa juga meminta Kepala Kejati Kepri untuk dicopot dari Jabatannya.

“Dengan tegas kami meminta Kepala Kejati Kepri dicopot dari jabatan,” kata Bili muswarah kepada awak media.

Meminta dicopotnya Kejati Kepri, Bili mengatakan karena banyaknya kasus-kasus yang ditangani Kejati yang mandek alias tidak berjalan. Ia pun mencontoh kasus korupsi bansos.

“Kami menilai ada tarik ulur dari Kejati Kepri, sehingga kasus korupsi bansos masih mandek (tidak berjalan_ Red),” ujar Bili lagi

Selain itu, Bili juga menanyakan kasus penyeludupan yang sampai saat ini belum selesai. Menurutnya, tidak selesai kasus penyeludupan ini, karena JPU ada yang bermain..

Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana W, SH, MH mengatakan tidak perlu ditangapi aksi yang dilakukan mahasiswa agar dirinya dicopot dari jabatan Kepala Kejati.

“Silahkan saja kalau mau mencopot saya dari jabatan, 6 mahasiswa mewakili siapa mereka,” katanya kepada awak media

Terkait dengan mandeknya (tidak berjalan_ Red) penanganan kasus yang ditangani di Kejati Kepri, Andar Perdana mengatakan tidak perlu ditangapi, karena kasus korupsi yang ditangani akan dilimpahkan ke Pengadilan.

 

 

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here