Bupati Lingga bersama staf khusus Bidang Sosial Ketenagakerjaan kunjungi Kantor Pertamina Kepulauan Riau (Kepri) di Batam, Selasa (20/9). Foto : ruzi

LINGGA, SIJORITODAY.com–Atasi persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Lingga, mulai mendapat perhatian pemerintah daerah. Baru-baru ini, Bupati Lingga bersama staf khusus Bidang Sosial Ketenagakerjaan kunjungi Kantor Pertamina Kepulauan Riau (Kepri) di Batam guna mempertanyakan kuota BBM Lingga dalam satu tahun.

Kedatangan orang nomor satu Kabupaten Lingga tersebut disambut Marketing Branch Manager Pertamina Kepri untuk mempertanyakan kuota premium, solar dan minyak tanah untuk Kabupaten Lingga. Selama ini belum diketahui cukup tidaknya kuota Lingga selama satu tahun.

BBM di Kabupaten Lingga kerap sekali mengalami kelangkaan, baik premiun, solar maupun minyak tanah. Persoalan seperti ini sering kali terjadi dimasyarakat namun sampai sekarang belum ditemukan penyebabnya.

Mustazar, Staf Khusus Sosial dan Ketenagakerjaan Bupati Lingga menuturkan, kedatangan bupati ke Pertamina Kepri untuk mengetahui kuota BBM di Kabupaten Lingga, apa lagi Kabupaten Lingga sering mengalami kelangkaan premium, solar dan minyak tanah.

“Pertemuan dengan pertamina, kuota BBM di Kabupaten Lingga berlebih. Kalau di lihat, masalah disteribusi saja, sehingga masyarakat mendapat kesulitan mendapatkan BBM,” ungkapnya, Selasa (20/09).

Dikatakannya, untuk premium jatah dari Pertamina tanpa batas, solar 7000 kilo liter lebih dalam satu bulan, sedangkan untuk minyak tanah memang sudah ditentukan oleh pusat.

“Kalau premium tidak ada masalah, solar kerap sekali di ambil cuma 2000 kilo liter lebih dalam satu bulan, padahal jatah perbulan 7000 liter lebih, kenapa pihak APMS dan SPBB tidak menjemputnya. Kalau minyak tanah, ini harus di titik beratkan, karena persoalan minyak tanah sering raib,” ujarnya.

Untuk mangatasi permasalahan yang sering sekali terjadi masyarakat terkait BBM. Rencananya dalam minggu ini Bupati Lingga, Alias Wello akan melakukan pertemuan dengan seluruh FKPD membahas pengawasan BBM.

“Jadi bupati dan pertamina sudah sepakat akan melakukan penataan ulang supaya BBM dapat di gunakan sesuai kuota dalam satu bulan. Pada hari ini kita bersama pak bupati menuju Pertamina Tanjung Uban untuk membahas masalah BBM,” tutupnya.

Dengan kelangkaan BBM yang sering terjadi di Lingga membuat masyarakat berfikir BBM di Kabupaten Lingga selalu tidak cukup diduga diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti mafia minyak. Akibatnya minyak bersubsidi milik masyarakat hilang dan seolah-olah kouta BBM dari pihak Pertamina di Kabupaten Lingga tidak mencukupi.

Penulis : ruzi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here