9 imigran Afghanistan dan Pakistan nyambi gigolo di Batam tiba di Rudenim Tanjungpinang, Rabu (28/9). Foto : red

BATAM, SIJORITODAY.com– – 9 orang imigran asal Afghanistan dan Pakistan yang terlibat praktek gigolo di kota Batam, Kepulauan Riau terancam dideportasi ke negara mereka masing-masing. Pihak Imigrasi Indonesia mencabut kartu pengungsi yang diberikan pihak UNHRC dan segera akan mendeportasi mereka ke negara masing-masing.

Ke-9 orang imigran asal Afghanistan dan Pakistan Rabu (28/9) siang dipindahkan dari Batam menuju rumah detensi imigrasi (Rudenim) kota Tanjungpinang. Mereka masing-masing Ahmad Hussaini, Mohammad Zia Ali Zada, Mohammad Ibrahim Sarifi, Mohammad Yazin Azimi, Jan Mohammad Nabizadah, Mohammad Bagir Hassani, Mohammad Aman, Mohsin Ali serta Fraeidoon Hydary.

Menurut kepala seksi pengamanan rumah detensi imigarsi kota Tanjungpinang, Irwanto Suhaili, ke-9 warga negara Afghanistan dan seorang warga negara Pakistan merupakan pemegang kartu pengungsi yang dikeluarkan pihak UNHRC.

Namun mereka menyalahgunakan kebebasan yang diberikan pada pemegang kartu pengungsi tersebut. Pihak imigrasi Indonesia mencabut kartu pengungsi yang telah diberikan pihak UNHC pada mereka.

“Mereka inikan telah ditetapkan sebagai pengungsi dan telah mendapatkan kartu pengungsi UNHC hanya tinggal menunggu kesediaan negara ketiga untuk menerima mereka. Namun mereka malah terlibat tindak kriminal dengan menjajakan sex sebagai gigolo di Batam. ungkap Irwanto pada sijori today.com.

Rencananya setelah dilakukan pendataan ulang terhadap ke- 9 imigran asal Afghanistan dan Pakistan tersebut, mereka akan segera di deportasi ke negara asal masing-masing.

Sementara itu, satu orang lainnya masih menjalani proses penyidikan di Polresta Barelang. Sebanyak 10 orang imigran diamankan pihak Kepolisian beberapa waktu lalu, akibat terlibat praktek menjajakan sex atau disebut gigolo di kota Batam.

 

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here