TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Oknum Dosen disalah satu Kampus ternama, ternyata telah diberhentikan Alasan  pemberhentian tersebut salah satunya adalah kasus Plagiat terhadap Skripsi. Selasa, (04/10/2016)

Hal tersebut dibenarkan oleh Salah satu Pimpinan Perguruan Tinggi di Tanjungpinang yang juga sengaja tidak disebutkan namanya. Menurutnya pemberhentian yang bersangkutan salah satunya dikarnakan adanya laporan yang masuk terhadap kasus Plagiat yang dilakukannya.

“Salah satunya karena itu ada laporan yang masuk ke kita. Yang bersangkutan jadi konsultan gak profesional, plagiat dan jiplak. Kasian anak-anak harus bayar mahal-mahal.”Ungkapnya.

Lanjutnya, oknum ‘SGM’ itu sebenarnya bukan dosen tetap, melainkan dosen “terbang”. Dan itu telah diberhentikan.

” Jadi tak perlu institusi kampus dibawa-bawa, karna beliau hanya dosen “terbang”, sewaktu itu ada laporan masuk, bahwa dia menjadi Joki, makanya kita non aktifkan,”ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa sebenarnya sah-sah saja, jika dia menjadi konsultan, tetapi jangan menjadi Plagiat. ” Sebenarnya sah-sah saja jadi konsultan. Tapi jangan plagiat, dan jangan jual status hehe,”ungkap Oknum Pimpinan Perguruan Tinggi ini.

Berdasarkan penelusuran, dan investigasi terungkap pengakuan salah satu mantan mahasiswa yang pernah membeli skripsi kepada oknum ‘SGM’.

Mantan Mahasiswa yang sengaja tidak disebutkan namanya ini membenarkan, jika dirinya membayar Skripsi kepada ‘SGM’ dengan harga 4,3 juta. “Jangan lah saya dibawa-bawa, saya memang bayar. Itu bayarannya 4,3 juta, tolong janganlah di sebut-sebut nama saya,”ungkap mantan mahasiswa dikampus ternama di Tanjungpinang ini.

Sementara ditempat terpisah, oknum Dosen yang berinisial ‘SGM’ saat dikonfirmasi, terkait pemberhentiannya, karna kasus plagiat mengatakan itu tidak benar, dan itu fitnah.

Didalam surat itu disebutkan bahwa oknum dosen ‘SGM’ hanya dikurangi jam belajar, pada semester ganjil Tahun 2013-2014.  “Saya bukan diberhentikan, apalagi terkait plagiat. Itu fitnah,”ungkapnya sembari menunjukan surat pemberitauan yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi,  tertanggal 29 Agustus 2013 itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, SGM ketika dikonfirmasi terkait biaya tarif seharga 4,3 juta, dan banyaknya mahasiswa diluar kampus tempatnya mengabdi membuat skripsi dengannya, SGM malah ‘No coment’.

“Jelaskan dulu, siapa mahasiswa dikampus itu yang mengatakan itu, baru saya jawab, kalau kamu tidak mau sebutkan nama mahasiswa itu, saya juga gak mau jawab,”ungkapnya.

‘SGM’ malah balik bertanya kenapa dirinya yang dijadikan pemberitaan, padahal banyak yang melakukan praktek sepertinya. ” Kenapa saya aja, yang kamu jadikan berita, yang lain itu banyak, dan tarifpun jauh lebih mahal,” sebutnya.

Namu ketika didesak, siapa oknum yang lain dimaksud, ‘SGM’ hanya mengatakan silakan kamu investigasi.

“Katanya anda pandai investigasi, ya silakan dicari aja sendiri, saya gak mau sebut-sebut nama orang lain,”jawabnya.

 

Penulis :EB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here