TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – –Seperti yang diketahui BPJS mempunyai dua nama yaitu, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ,dua nama tersebut tentu la beda, BPJS Ketenagakerjaan  ada 4 program yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja , jaminan Kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

Empat program BPJSTK Ketenagakerjaan ini disampaikan Kacab BPJS-TK Jefri Iswanto saat menggelar kegiatan Pers Gatring dengan tema “Peran dan fungsi media dalam mewujudkan sistem SJSN di Indonesia.” Kegiatan tersebut berlangsung di hotel CK Tanjungpinang, Provinsi Kepri Kamis (20/10).

Hadir dalam kesempatan itu, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Tanjungpinang ,dan BPJS ketenagakerjaan Pusat, serta asisten III pemko Tanjungpinang beserta jajaran BPJS-TK Tanjungpinang.

Dalam sambutan nya, Kepala Urusan Eksternal Devisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Pusat Irvansyah Utoh Banja menjelaskan program BPJS Ketenagakerjaan ke empat program yang disampaikan di atas, sangat diharapkan dapat menikmati diseluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, SJSN ini dapat melindungi penduduk Indonesia sepanjang hidup, SJSN merupakan singkatan dari Sistem Jaminan Sosial Nasional yang di artikan perlindungan digaris kehidupan manusia yang di cafer oleh BPJS-TK.

Sementara, untuk peserta BPJS ketenagakerjaan yang ada diseluruh Indonesia sendiri masih belum mencapai target untuk sekarang jumlah peserta Terdiri dari 20,5 juta peserta, angka tersebut masih jauh yang telah di targetkan dari BPJS-TK yang mencapai 120,65juta peserta.

Dikatakan Irvansyah, belum seluruhnya masyarakat tahu tentang kegiatan dan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan, untuk itu dirinya berharap kepada media maupun yang memahami bisa menyampaikan kepada masyarakat apa saja kebijakan dan Kegiatan yang ada di BPJS-TK.

“Kami juga sangat fokus kepada penerima upah , salah satunya penguatan Wasrik untuk perusahaan PDS, bahkan fungsi dari PDS itu sendiri bisa dicek melalui Android dan juga pelaporan upah aplikasi tersebut dinamakan “BPJSTK MOBILE” bisa di cek melalui Android,” imbuhnya.

Untuk ekspansi penerima kerja bukan penerima upah ,pihaknya juga mempunyai inisiatif untuk menggalang dana bagi masyarakat tidak mampu bisa dibantu Pemerintah setempat melalui dana APBN.

Menurutnya, dalam melaksanakan tugas BPJS-TK untuk melindungi seluruh pekerja,  tidak bisa jalan sendiri,dibutuhkan patner dan media massa guna sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat.

Di contohkan nya, seorang ibu yang tidak bisa bekerja dan belum mendaftar di BPJS ketenagakerjaan ,namun ketika mendaftar seorang ibu tersebut diberikan kerja yang tepat pada kondisi ibu itu sendiri, sehingga jaminan kerja dan jaminan hari tua kita teratasi akibat terdaftarnya di BPJS ketenagakerjaan.

“Ketika memasuki hari tua tabungan di BPJS-TK selama kita bekerja yang dipotong dari penghasilan 3,7 persen oleh perusahaan dan 2 persen diambil oleh pekerja, nantinya akan diterima pada hari tua disaat tidak bekerja lagi. Setiap tahunnya pihaknya memberikan suku bunga tanpa resiko ,uang nya tak akan hilang dan ditanggung negara,”jelasnya kepada sejumlah awak media.

“Berbeda halnya dengan Jaminan pensiun, minimal telah bekerja selama 15 tahun, dan akan didapat disaat pensiun apabila meninggal bukan karena akibat kecelakaan kerja bisa diambil oleh ahli warisnya dari pihak keluarga,”tambahnya.

 

 

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here