TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun belum mau menerima penyerahan fasilitas aset Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengelohan air laut menjadi air siap konsumsi yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan anggaran APBN 2014-2015.

“Alasan belum diterima dikarenakan harga air yang telah ditetapkan pemerintah masih terlalu mahal, sehingga akan memberatkan masyarakat,” kata Nurdin Basirun usai pertemuan dengan Direktur Air Cipta Karya Kementerian PU di Gedung Daerah di Tanjungpinang, Kamis (3/11).

Menurut Gubernur sebelum diserahkan akan dilihat dulu aspek ekonomi jangka panjangnya. Setelah dihitung-hitung produksi air yang dihasilkan SWRO ini jauh lebih tinggi dari yang saat ini dijual PDAM Tirta Kepri.

Harga air yang diproduksi SWRO per meter kubiknya Rp19,500 sedangkan air diproduksi PDAM hanya untuk tarif dasar untuk rumah tangga hanya Rp2,600 tentunya hal ini akan ditentang masyarakat.

“Saya akan meminta dievaluasi lagi harga air ini, minimal bisa mendekati harga PDAM saat ini. Sebab apabila dipaksakan dan diturunkan harganya maka pemerintah akan mensubsidinya dan ini sampai kapan. Jelas akan menjadi beban pemerintah,” ujanya lagi.

Memang SWRO dalam mengolah air laut menjadi air tawar dan siap konsumsi, memakai teknologi yang memakan biaya produksinya mahal. Namun itu tadi karena harganya tinggi pasti masyarakat akan menolaknya.

“Kita minta untuk dievaluasi kembali, jangan sampai nantinya berpolemik di tengah masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu Direktur Air Cipta Karya Kementerian PU Muhammad Nasir mengharapkan agar SWRO ini dilakukan serah terima terlebih dulu. Dikarenakan pelaksanaannya telah selesai sejak awal tahun. Sehingga bisa dioperasikan dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk permasalahan harga air yang dinilai masih mahal, nantinya sambil jalan akan dilakukan pembahasan dan dilakukan evaluasi kembali,” kata dia.

Sebab, kata Nasir, nantinya dalam pembahasan dan evaluasi akan memakan waktu lama. “Sangat disayangkan bila proyek ini tidak digunakan,” kata Nasir. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here