TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Tower MCF yang baru dibangun di jalan Gudang Minyak Kilometer 2 yang diketahui tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ini akan segera dilakukan pertemuan kembali antara dinas terkait guna membahas Tower tersebut.

Hal ini dipertegas Kepala kelurahan Tanjung unggat Slamet Riyadi mengatakan pihak nya hanya merekomendasi untuk diteruskan ke Camat terkait pembangunan Tower tersebut,namun yang berhak memberi izin mendirikan bangunan yaitu BP2T kota Tanjungpinang.

“Kami kelurahan hanya memfasilitasi antara warga dan pengembang Tower,Itu juga tidak boleh dibangun belum ada izin,”kata Slamet.

Untuk saat ini, pihak Lurah masih menunggu pihak pengembang Tower (Telkomsel) tersebut guna mengadakan pertemuan kembali.

“Kalau sudah pihak pengembang sudah dapat dihubungi, Instansi sudah siap dan langsung mengadakan pertemuan bersama pemilik lahan dan warga setempat,”ungkapnya.

Sementara Edi Rifana Kasi pengawasan Tata kota dan Pengawasan Pembangunan kota Tanjungpinang mengatakan bahwa surat rekomendasi ketinggian dari Dishub sudah keluar terkait tower MCF di Gudang Minyak yang tidak memiliki izin dan untuk selanjutnya instansi terkait akan segera mengadakan rapat.

Selain itu, Edi mengatakan bahwa perpanjang tangan dari Tata kota sendiri termasuk RT RW yang seharusnya mengawasi pembangunan Tower yang tidak memiliki izin, berhubung keterbatasan  personil tata kota jadi, pihaknya tidak terpantau bahwa ada tower yang berdiri tanpa izin.

Dalam hal ini pihaknya juga menunggu rapat oleh instansi terkait guna melihat dimana kelengkapan administrasinya dan pihaknya hanya mempunyai 2 upaya hukum, salah satu nya dengan cara membongkar pembangunan.

“Apabila dicek kelengkapan administrasi tidak dilengkapi dan dari BP2T juga akan memberi denda yang akan dimasukan ke khas daerah,”tegasnya.

Terpisah, salah satu warga yang berada di sekitaran Tower yang berdiri, Nano juga tidak terima adanya pembangunan Tower itu yang tidak ada sama sekali pemberitahuan nya, padahal kata Nano, jarak berdiri Tower itu tepat didepan rumahnya.

“Bukan hanya saya masih ada beberapa warga yang tidak terima, semena mena nya membangun Tower tanpa ada Musyawarah, dan terutama warga yang bersempadan langsung ditower itu diantaranya adalah saya, Abdurrahman alias Remang, Widodo, Ardani, Agus Prayitno dan Nyonya aLan, Yanto,Joni, Asma itu semua tidak diberi tahu,”sebut Nano.

Lanjut Nano, dari beberapa warga yang bersempadan tersebut meminta Dinas Terkait Tegas dalam hal ini, dan kalau bisa Tower tersebut segera “DIROBOHKAN”.

 

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here