TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepri, Yunan Harjaka berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa terkait indikasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada proyek pengadaan barang dengan nilai ratusan miliar di lingkungan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

“Kajati Kepri janji akan tindaklanjuti kasus ini, apakah benar terjadi indikasi KKN tersebut. Mereka akan berjalan lurus,” kata Nina, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi damai mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UMRAH di kantor Kejati Kepri di Senggarang, Tanjungpinang Kota, Rabu (16/11).

Nina membeberkan, janji itu disampaikan Kajati Kepri dihadapan lima orang utusan/perwakilan mahasiswa di ruang kerjanya.

“Akan ditindaklanjuti, namun mereka tidak ada bilang sampai kapan. Kami akan kawal seminggu hingga dua minggu kedepan. Jika tidak ada progres, kami akan turun aksi kembali dengan jumlah yang lebih besar,” ancam Nina.

Nina menerangkan, aksi damai yang mereka lakukan menuntut serta meminta Kejati untuk ikutserta permasalahan atau polemik yang terjadi di UMRAH.

“Karena yang kita tau bersama, yang terjadi di UMRAH adalah banyak pemberitaan-pemberitaan miring. Jadi implikasinya terjadi sama kami sebagai mahasiswa karena kami malu gitu. Permasalahan-permasahan yang terjadi kami minta langsung dan percaya dan berikan pengharapan yang besar sama Kejati untuk menindaklanjuti apakah benar terjadi indikasi korupsi di UMRAH,” sambung Nina.

Jika tidak terjadi, Nina berharap Kejati mengumumkan kepada masyarakat melalui media massa.

“Sehingga nama-nama kami pun jadi bersih. Citra nama UMRAH jadi bersih. Jika ada indikasi korupsi silahkan, sok atuh, tak jadi masalah. Diusutlah sampai tuntas, bersihkan kampus kami dari oknum-oknum tertentu. Tapi kalau memang tidak, bersihkan nama kami dengan dari hal-hal negatif tersebut,” pintanya.

Nina mengaku tidak mengetahui pasti indikasi KKN seperti apa yang sesungguhnya terjadi di UMRAH.

“Sejauh ini dimedia massa indikasi korupsi yang dimaksud terkait tentang pengadaan barang. Cuma kami tidak bisa tau secara data validnya. Maka kami meminta Kejati langsung investigasi mengenai permasalahan atau korupsi seperti apa yang ada didalamnya. Karena yang menjadi dugaan-dugaan itu adalah bukan tugas kami. Kami hanya menyampaikan aspirasi dan Kejatilah yang punya wewenang didalamnya,” jelas Nina kembali.

Nina mengatakan, inti tuntutan mereka adalah mendapatkan kepastian hukum dari Kejati terkait polemik permasalahan tersebut.

“Kami meminta kejati bagaimana, bersalah atau tidak bersalah, jadi kepastian hukumnya sejauh mana. Itu saja yang kami minta. Benar atau tidak permasalahan yang terjadi itu. Kalau memang tidak, bersihkanlah nama UMRAH ini. Nama Umrah sudah kacau balau, implikasinya tentu kepada kami sebagai mahasiswa termasuk masyarakat juga gitu. Apalagi ini Perguruan Tinggi Negeri yang memang didambakan tokoh pendidikan, masyarakat di Kepri, di tanah Melayu untuk meningkatkan kesejahteraan, tapi kok perguruan tingginya seperti ini, bagaimana,” tanya Nina.

Nina mengaku tidak mengetahui siapa-siapa oknum yang terlibat atas dugaan korupsi tersebut.

“Kami tidak tau. Kami menyerahkan sepenuhnya ke Kejati untuk melaksanakan investigasi di UMRAH,” tutup Nina.

Pantauan dilapangan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UMRAH melakukan aksi unjuk rasa damai di halaman kantor Kejati Kepri di Senggarang. Aksi itu dilakukan untuk menuntut Kejati melakukan investigasi turun langsung ke UMRAH terkait isu-isu indikasi korupsi proyek pengadaan barang dan jasa.

Meski sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan pihak Kejati, agenda tersebut berjalan tertib dan lancar karena mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Lima orang utusan mahasiswa diterima langsung Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka. Dalam pertemuan tertutup itu, Kepala Kejati berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa UMRAH.

Aliansi Mahasiswa itu terdiri dari setiap perwakilan fakultas di lingkungan UMRAH. Seperti Fakultas Ekonomi, Kelautan, FKIP dan FISIP. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here