LINGGA, SIJORITODAY.com – – Salah seorang pria asal Kijang, Kabupaten Bintan yang bekerja di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, harus meregang nyawa akibat keganasan gelombang di perairan laut Sayak sebelah selatan Pulau Lingga.

Direktur Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Provinsi Kepri, Aldoni mengatakan, peristiwa naas yang menimpa nelayan Lingga tersebut terjadi pada Jumat (02/12) lalu. Salah seorang nelayan bubu ketam (kepiting) atas nama Roni jatuh dilaut setelah terjadi badai.

“Ada nelayan kita yang jatuh dilaut dan hilang sampai saat ini. Kronologisnya, korban warga Kijang yang bekerja di Dabo Singkep. Bersama rekannya Marno ia memasang bubu di perairan Sayak. Kejadiannya saat nelayan ini beristirahat disebuah pulau karena terjadi badai dan tertidur. Saat bangun Marno baru menyadari rekannya sudah tidak ada diperahu yang mereka gunakan,” terangnya, Kamis (08/12).

Dilanjutkan Aldoni, karena tidak ada signal diperiaran Sayak tersebut Marno sulit menghubungi Toke pemilik kapal yang diketahui bernama Acai pengusaha asal Singkep Barat. Marno terang Aldoni juga sempat melakukan pencarian namun hasilnya nihil.

“Pencarian sudah dilakukan dan tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan dan mendapat santunan dari pengusaha. Karena kejadian ini murni kecelakaan,” sambungnya.

Adanya peristiwa tersebut, LKPI terang Aldoni segera menghubungi tim SAR untuk melakukan pencarian. Selama tiga hari penyisiran dilakukan dilaut Sayak, korban tidak ditemukan dan pencarianpun dihentikan. Pihaknya bersama pengusaha yang memperkerjakan Roni juga telah menemui pihak keluarga dan memberikan santunan.

Mengingat musim angin utara yang terjadi, LKPI dalam hal ini menghimbau agar nelayan Kepri tetap berhati-hati melakukan aktivitas terutama jika berada jauh di tengah laut.

 

Penulis: wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here