TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Lembaga Swadaya Masyarakat Cerdik Pandai Muda Melayu (LSM Cindai) Provinsi Kepri, angkat bicara terkait polemik yang terjadi di tubuh Kantor Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Sabtu (10/12/2016).

Menurut Edi Susanto, ketua Lsm Cindai polemik pegawai KSOP yang melaporkan atasannya, yakni Jeffri selaku Kepala KSOP, diduga ada penyalahgunaan kewenangan, atas dikeluarkannya surat tidak laik berlayar bagi kapal yang menempuh rute Tanjungpinang-Anambas.

“Saya menyakini bukan ada dugaan pungli yang dilakukan pegawai KSOP, dimana sebelumnya KSOP mengeluarkan surat tidak laik berlayar kepada kapal rute Tanjungpinang-Anamas. Kami beserta tokoh masyarakat anambas, pemuda, dan Mahasiswa beberapa waktu lalu melakukan aksi, agar kepala KSOP diganti, karna tidak mengeluarkan surat tidak laik berlayar,”Ungkapnya.

Lanjut Putra Kelahiran Letung ini, dengan diresponnya tuntutan kami beberapa waktu lalu, agar Ka KSOP mengundurkan diri, dan uji kelaikan kapal dilakukan secara cermat, ternyata di laksanakan dengan baik oleh Ka KSOP yang baru.

“Sekarang Ka KSOP yang baru, melakukan pengecekan ulang terhadap rekomendasi surat kelaikan. Dan hasilnya memang Kapal itu laik berlayar. Selain itu banyak perubahan yang dilakukan Oleh Ka KSOP yang baru, termasuk pelayanan terpadu,”Ungkapnya.

Apa yang dilakukan oleh Ka KSOP yang baru merupakan tindak lanjut arahan Kementrian Perhubungan, sesuai dengan  PM. 82 tahun 2015 tentang Tata cara Penerbitan Surat Persetujuan berlayar,ungkapnya.

“Sangat disayangkan, bawahan melaporkan atasan. Seharusnya ada mekanismen internal untuk menyelesaikan persoalan itu.”Ungkap Edi.

Edi susanto mengingatkan, jangan sampai polemik internal KSOP, menggangu kelancaran arus transportasi laut Tanjungpinang-Anambas.

“Lina inikan bawahannya buk emi. Dan nama buk emi ini tidak Asing lagi, kami menduga Buk emi ini telah melakukan Pungli, meski selama ini, kabar itu kami terima dari teman-teman pengusaha kapal. Sekarang tim Sapu bersih pungli udah ada, siap-siap aja, akan ada kejutan nanti kalau masih saja melakukan pungli,”Ungkap edi geram.

Edi susanto mendukung penuh langkah KSOP, untuk melakukan pengecekan ulang terhadap adiministrasi yang telah dikeluarkan oleh seksi dibawah naungan buk emi itu.

“Kapal tanpa SIUPAL saja buk emil keluarkan surat laik berlayar, saya masih ingat polemik antara kapal tanpa siupal pemda secara bebas berlayar antar Kabupaten dalam provinsi. Meski sekarang pengusaha udah memenuhi SIUPAL tersebut,”tutupnya.

Sementara Pihak KSOP belum berhasil dimintai klarifikasinya terkait dugaan pungli tersebut.

Penulis: eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here