TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Aktivitas Penebangan bakau dan Penimbunan Laut Tanpa Izin resmi yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat kian marak terjadi di wilayah kota Tanjungpinang khususnya jalan Tanjung Unggat.

Selain mencemarkan Laut, aktivitas tersebut juga merusak lingkungan yang ada. Wakil ketua Komisi III DPRD kota Tanjungpinang Ashadi Selayar beserta Anggota Komisi III Saiful Bahri dan Sa’id Indri melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua tempat aktivitas.

Kaget nya melihat Lokasi penebangan bakau tersebut, Ashadi menegaskan pada hari Selasa mendatang akan segera melakukan rapat bersama instansi terkait, karena wacana penimbunan laut ini begitu luas apalagi di dalam kota.

“Ni di liad aktivitas Penebangan bakau sudah berjalan,meskipun di lahan miliknya tentu harus melihat sisi dampaknya kepada warga penduduk sekitar, dan ada wacana penimbunan Laut ini kita tunggu pada hari Selasa mendatang kita adakan rapat bersama instansi terkait,”sebutnya dilokasi penimbunan.

Dilain sisi, Saiful Bahri Anggota Komisi III meminta bahwa instansi terkait di wilayah pemerintah kota Tanjungpinang termasuk Kelurahan Tanjung Unggat selaku perpanjangan Tangan Pemda mesti harus tau bahwa ada aktivitas ilegal yang sedang beraktivitas dikawasannya.

Hal senada disampaikan Sa’id Indri bahwa DPRD kota Tanjungpinang dalam hal ini mengawasi kinerja Eksekutif, sebab pihaknya tidak bersentuhan langsung kepada yang pelaku penimbun.

Dalam Inspeksi Mendadak tersebut juga dihadiri dari pihak BLH kota Tanjungpinang, dan Kelurahan Tanjung Unggat berserta warga setempat.

Dalam penegasan para Anggota Komisi III, dalam hal ini BLH kota Tanjungpinang akan segera melakukan pengawasan kedepannya, sebab penimbunan tersebut sudah mulai sampai ke bibir sungai.

Diketahui bahwa aktivitas Penebangan Bakau dan Wacana Penimbunan Laut tersebut di lakukan oleh PT. Pinguin. Hal ini dibenarkan oleh Kelurahan Tanjung Unggat Sa’id Fatahullah yang berhubung turut menghadiri inspeksi mendadak Oleh DPRD kota Tanjungpinang.

Sementara Pihak BLH kota Tanjungpinang mengatakan bahwa perizinan penimbunan tersebut kewenangan pihak Provinsi dan belum diketahui apakah sudah keluar apa belum pihaknya masih melakukan koordinasi.

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here