TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – –¬†Nelayan Tradisonal Tanjung Unggat Muhammad Yamin (53) didampingi rekan nya Gani serta LSM Lidik Kepri, KNTI Kepri, Ikatan Pemuda Bugis Nusantara (IPBN) Kepri, dan Lingkar Diskusi Mahasiswa Interlent (LDMI) Sambangi Komisi Informasi Provinsi Kepri, Senin (13/02).

Dalam kunjungan nya, mereka melayangkan surat permintaan Dokumen Perizinan terkait kegiatan Reklamasi dan Pembabatan Mangrove yang terjadi di Kelurahan Tanjung Ungggat, Tanjungpinang yang dilakukan oleh PT. Pembangunan Nusa Indah (PENUIN).

Adapun Permintaan Nelayan itu, meminta salinan Copyan dengan pengesahan Stempel dan Tandatangan Pejabat yang berwenang terhadap Dokumen Kegiatan Reklamasi Pantai Pesisir yang akan di bangun Perumahan.

Wakil ketua Komisi Informasi Provinsi Kepri Irwandi mengatakan kedatangan para Nelayan tersebut untuk memberikan surat perihal memohon kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk meminta salinan/Copian terkait perizinan Reklamasi di kelurahan Tanjung Unggat yang di lakukan PT. PENUIN.

Dijelaskan nya, dalam hal ini Komisi Informasi bersifat Pasif, pihaknya akan melangsungkan surat pemohon tersebut ke Pemerintah Provinsi Kepri agar dapat di kabulkan apa yang di inginkan oleh Pemohon.

“Ni misalnya ya, Apabila Pemerintah Provinsi Kepri tidak memberi informasi terkait yang di ajukan pemohon, kalau misalnya pemohon tidak puas, biasanya di gugat, tergantung si Pemohon apa mau menggugat nya, atau tidak. Jika menggugat tentu terjadi sengketa informasi dan disini kami la yang menyelesaikan nya, langkah-langkah biasa nya kita lakukan kalau terjadi sengketa itu kita sidang kan, ” ungkapnya.

 

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here