BATAM, SIJORITODAY.Com – – Diawal tahun 2017, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat 1.227,8 gram. Pengungkapan peredaran barang haram tersebut berdasarkan 3 Laporan Kasus Narkotika (LKN) yang berhasil diungkap. Tampak pada ekspos yang digelar pada Jum’at (17/01) dipimpin langsung Kepala BNN Kepri, Brigjen Pol Nixon Manurung.

Mantan Sekertaris Pusat Inafis Polri ini pun menjabarkan adapun peredaran narkotika yang diungkapnya pertama terjadi pada Jum’at (20/01), sekitar pukul 13.00 Wib di sebuah kamar Hotel di Kawasan Batam Kota. Petugas melakukan penangkapan terhadap 1 orang laki-laki berinisial ‘R’. Pria berusia 27 tahun yang merupakan WNI itu tertangkap saat kedapatan memiliki Narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 185,9 gram. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang itu didapatkan dari ‘T’ langsung dari malaysia.

“Kini ‘T’ dalam pengejaran dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh jajarannya, sementara ‘R’ sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap nya.

Selanjutnya pada LKN kedua terjadi pada Rabu (08/02) sekitar pukul 00.15 Wib di perumahan Rexvin Boulevard Blok Kuta No.40 Tembesi, Kota Batam, Provinsi Kepri, petugas BNNP Kepri menangkap  2 orang pelaku ‘YF’ WNI perempuan dan ‘AS’ WNI laki-laki,  yang di duga memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 101,9 gram.

Sementara itu, pada Selasa (14/02) di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepri, petugas BNNP Kepri menangkap 1 orang laki-laki ‘AK’ yang di duga memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 940 gram. Penangkapan ‘AK’ berawal dari laporan masyarakat yang memberikan informasi bahwa ada jaringan sindikat narkotika di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau akan mengirim narkoba jenis Sabu ke Kota Batam melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

“Setibanya di pelabuhan domestik tanjung balai karimun, ‘AK’ langsung kita amankan beserta barang bukti narkotika yang disimpan pada tas ransel yang dikenakannya,” ujar Nixon.

Berdasarkan pengakuan ‘AK’ dirinya mendapat perintah dari rekannya ‘A’. Dalam perjanjiannya, ‘AK’ pun dijanjikan upah sebesar Rp. 20.000.000 apabila barang tersebut sudah sampai di Batam.

Atas perbuatannya tersebut tersangka AK dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009  dengan hukuman maksimal mati atau seumur hidup.

Penulis:Putra Tampi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here