Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian memberikan keterangan pers terkait rencana pemeriksaan Dirut BUMD Pemko Tanjungpinang, Senin (20/2). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com– -Menyikapi laporan masyarakat Tim Saber Pungli Polda Kepri dengan respon cepat melakukan penyelidikan dilapangan. Hasilnya pada Jum’at (17/02) lalu sekitar pukul 10.45 Wib. Tim Saber Pungli Polda Kepri melakukan Operasi Tangkap Tanggan oknum inisial ‘SL’ sedang menerima uang dari seseorang yang diduga sebagai uang pungli. Penerimaan sejumlah uang tersebut terkait penyewaan kios di pasar Bintan Center yang dikelola BUMD PT.Tanjungpinang Makmur Bersama milik Pemerintah Kota Tanjungpinang. Polisi mengamankan oknum ‘SL’ bersama sejumlah barang bukti.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian dalam Konferensi Pers yang di gelar di ruang rupatama Mapolda Kepri pada Senin (20/02) menjelaskan, dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap oknum ‘SL’. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp. 8.000.000, 1 lembar fotocopy Kartu Tanda Penduduk, 2 unit Handphone Nokia & Samsung, 1 lembar kwitansi tanggal 17 Februari ditandatangani oleh ‘SL’ dengan nominal Rp. 8.000.000, 1 lembar tanda terima BUMD Kota Tanjungpinang Nomor : 7459, tanggal 5 Desember 2016, serta 1 lembar kwitansi tanggal 29 Agustus 2016 dengan nominal Rp. 40.000.000.

“Sejumlah barang bukti kita amankan bersama dengan oknum pegawai BUMD Tanjung Pinang tersebut, selanjutnya kita melakukan penggeledahan di kantor PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (BUMD) Kota Tanjungpinang,” Kata Kapolda Sam.

Sementara itu, petugas yang melakukan penggeledahan di Kantor BUMD Tanjung Pinang tersebut juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp.26.058.000. Informasi yang dihimpun uang tersebut adalah uang kas besar, namun untuk kejelasannya perlu diverifikasi oleh Dirut BUMD Tanjungpinang.

“Nanti Keterangan Dirut BUMD Tanjungpinang akan diminta oleh penyidik. Untuk saat ini statusnya masih dijadikan saksi” Ujar Mantan Waka Korlantas Polri tersebut.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ‘SL’ akan disangkakan dengan pasal 12 huruf E dan atau pasal 11 Undang-undang RI no 20  tahun 2001 dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara, atau denda maksimal Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
Penulis : putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here