Wakil ketua II DPRD Tanjungpinang Ahmad Dani

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Orang Gila/orang tidak waras akhir-akhir ini semakin marak di kota Tanjungpinang, hal ini akan semakin bertambah jika Provinsi Kepri tidak menyediakan rumah sakit jiwa.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pedagang dan Pengunjung yang berada di pasar baru Tanjungpinang merasa resah akibat adanya orang gila yang berjenis kelamin laki-laki sedang berjalan sambil menampakkan alat Vitalnya, pada Sabtu (04/03) kemaren.

Orang gila yang menampakkan kemaluannya di muka umum,. Foto: akok

Hal ini mendapat Penegasan dari Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani secara tegas meminta Dinas Sosial dan Satpol PP lebih tanggap menanggapi ini.

“Seharusnya peran Dinas Sosial agar lebih tanggap dengan berkeliarannya orang gila di Tanjung pinang,” ujar Politisi dari Partai Hanura ini.

Karena sangat meresahkan masyarakat, Ahmad Dani akan segera berkordinasi dengan instansi terkait khususnya Satpol PP Tanjungpinang yang merupakan gerbang pertama dalam penertiban tersebut.

“Saya akan koordinasi dengan Satpol PP, jangan dibiarkan orang gila tersebut meresahkan kita semua,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Peppy Chandra secara tegas juga meminta kepada Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang segera menertibkan orang gila yang telah meresahkan masyarakat.

“Kita minta mereka segera turun dan tertibkan orang gila yang telah meresahkan masyarakat akhir-akhir ini di Pasar Baru dan Jalan Merdeka. Apalagi sudah menunjukan alat vital (kelamin) kepada ibu-ibu, sungguh menggelikan dan tidak wajar,” ujar Peppy, yang juga Ketua Partai Demokrat Kota Tanjungpinang, Senin (6/3).

Pepy Chandra, anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang

Peppy menegaskan, bahwa sudah menjadi tugasnya Satpol PP dan Dinsos yang menertibkan dan mengirim orang gila tersebut ke rumah sakit jiwa, meskipun di Provinsi Kepri sendiri belum memiliki Rumah Sakit Jiwa.

“Cobalah kita yang berada di posisi masyarakat atau ibu-ibu yang menyaksikan itu secara langsung di depan mata kita, pasti resah dan risihkan,” paparnya.

Yang lebih mengkhawatirkan Peppy lagi, apabila orang gila itu mengganggu dan melukai masyarakat sehingga dapat memunculkan korban bagi masyarakat.

“Itu baru menunjukan alat kelaminnya, bila sudah mengamuk dan melukai masyarakat, siapa yang akan bertanggung jawab. Selain itu, kita minta mereka juga tertibkan para gepeng yang juga cukup marak,” ungkapnya.

 

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here