TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik Kepri, Indra Jaya menampik perkataan dari Walikota Tanjungpinang yang menyatakan bahwa dirinya telah melakukan pembohongan publik. Dirinya bukan hanya membawa beberapa nelayan Tanjung Unggat pasca Demonstrasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, tapi beberapa aktivis juga dihadirkan.

“Sudah saya jelaskan di RDP beberapa waktu lalu, bahwa kedatangan kami dari beberapa nelayan Tanjung Unggat dan aktivis. Nah, yang dimaksud aktivis itu si Amir dia mendukung gerakan dari nelayan,ada juga beberapa nelayan yang hadir,” imbuhnya.

Selain itu, Indra Jaya juga setuju perkataan Walikota Tanjungpinang jika penimbunan tersebut  digiring keranah hukum.

“Apa yang dikatakan walikota kita sepakat, kita akan buat pengaduan resmi,” ujarnya.

Hal ini juga mendapat komentar dari salah satu nelayan Tanjung Unggat Muhammad Yamin, dia mengungkapkan bahwa aktivitas penimbunan di Tanjung Unggat ujung sudah berlangsung dari tahun 2015-2016. Padahal, izin timbun berdasarkan data yang diperoleh hanya sampai batas tahun 2008.

“Artinya kan gak boleh lagi timbun diatas tahun itu, dan harus perpanjang izin dulu baru bisa timbun, nah, kemaren mereka timbun siang hari mereka masuk tanah, malam nya mereka dorong tanah itu untuk timbun laut. Dan waktu di sidak oleh Komisi III DPRD Tanjungpinang yang dipimpin Ashadi Selayar alat berat itu juga ada disitu siang nya, tau tau nya sorenya sudah hilang alat berat itu di angkut,” ucapnya.

 

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here