Bupati Kabupaten Lingga, Alias Wello. Foto : jc

LINGGA,SIJORITODAY.com– – Pemerintah Kabupaten Lingga Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengaku memiliki solusi mengatasi masalah kekurangan air baku di Kota Batam dan sekitarnya tanpa harus membangun bendungan baru.

“Kita semua tahu , Kabupaten Lingga itu memiliki banyak air terjun yang belum dimanfaatkan. Untuk kebutuhan air baku Batam sebesar 3.250 liter per detik, cukup dipasok dari air terjun Jelutung,” kata Bupati Lingga, Alias Wello, Jumat (24/3/2017).

Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan sebuah perusahaan konsultan beberapa tahun lalu, diketahui bahwa debit air terjun yang berlokasi di Jelutung, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga mencapai 4.000 liter per detik.

“Ini baru satu air terjun saja sudah bisa mengatasi kebutuhan air baku Kota Batam dan sekitarnya. Bahkan, kalau kita lihat volumenya sudah berlebih,” jelas Awe.

Soal bagaimana caranya untuk mengalirkan air terjun Jelutung itu ke Batam dan sekitarnya, Ia mengaku pemerintah sudah punya pengalaman mengalirkan gas dari Natuna ke Singapura dengan menggunakan pipa bawa laut sepanjang 500 kilometer.

“Saya yakin mengalirkan air tentu lebih mudah dari pada mengalirkan gas. Apalagi posisi air terjun Jelutung dengan Batam hanya berjarak sekitar 150 kilometer. Jika kita semua berpikir untuk jangka panjang, inilah solusi jitu untuk mengatasi masalah air di Batam”. tambahnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke proyek pembangunan Bendungan Sei Gong, Batam, Kepulauan Riau, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, bendungan yang berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang mampu menyalurkan air baku sebesar 400 liter per detik.

“Ini 355 hektar yang akan menampung 11 juta meter kubik air baku, yang nantinya digunakan baik di Kecamatan Galang, di Rempang dan utamanya di kota Batam yang kekurangan”, ujar Jokowi di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/3/2017).

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, kebutuhan air baku untuk wilayah Batam dan sekitarnya sebesar 3.250 liter per detik. Namun, saat ini baru tersedia 2.800 liter per detik.

“Kapasitas sekitar 400 liter per detik (potensi penyediaan air baku) dengan volume tampungan 11 juta meter kubik, dengan itu akan mensuplai Batam sekitar 400 liter per detik. Ini sudah mencukupi kebutuhan untuk tahun ini dan mungkin 1-2 tahun ke depan”, katanya.

Dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk setiap tahunnya, Batam harus terus menambah persediaan air bakunya. Untuk memenuhi hal tersebut Kementerian PUPR masih mencari potensi sumber air yang bisa memenuhi kebutuhan air baku dalam jangka panjang.

Penulis : Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here