TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Kapal KM Mega Sari yang telah diamankan oleh tim WFQR Lantamal IV beberapa waktu lalu, berdasarkan pengakuan nakhoda Kapal, modus yang digunakan oleh para penyelundup rokok adalah melakukan proses bongkar muat melalui pelabuhan tidak resmi atau “pelabuhan tikus”.

“Mereka berangkat dari pelabuhan Jurong Singapura dengan membawa muatan rokok selanjutnya berangkat menuju perairan perbatasan untuk melakukan transfer muatan rokok di tengah laut. Dengan menggunakan boat pancung yang berukuran relatif lebih kecil berukuran 5 meter, muatan rokok selanjutnya dibawa menuju pelabuhan tikus untuk bersembunyi sambil melihat situasi, apabila dirasakan situasi sudah memungkinkan barulah proses bongkar muatan dilakukan untuk selanjutnya di distribusikan kepada agen atau kaki tangan yang ada di berbagai daerah terpisah,” tutur Danlantamal IV. Jumat (24/03).

Lebih lanjut Danlantamal IV menjelaskan beberapa daerah tujuan pengiriman rokok illegal yang telah teridentifikasi oleh tim WFQR Lantamal IV diantaranya ke Riau daratan yaitu Dumai dan Tembilahan yang dikirim melalui daerah Selat Panjang dan daerah Kijang Bintan.

“Peredaran rokok illegal dari luar negeri yang masuk ke Indonesia tanpa cukai jelas-jelas sangat merugikan perekonomian Negara, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi para stakeholder untuk bersinergi dalam upaya pemberantasan penyelundupan,” pungkasnya. (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here